Infrastruktur Air Jateng 2025: Sukses Redam Rob Pekalongan-Demak dan Dongkrak Hasil Tani

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanggul Sungai Bremi–Meduri yang rampung dibangun Pemprov Jateng kini menjadi benteng utama pelindung pemukiman warga dari banjir rob. (Foto: Feri Eka S/realita publik)

Tanggul Sungai Bremi–Meduri yang rampung dibangun Pemprov Jateng kini menjadi benteng utama pelindung pemukiman warga dari banjir rob. (Foto: Feri Eka S/realita publik)

SEMARANG, realitapublik.id — Pembangunan infrastruktur sumber daya air yang masif dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2025 mulai membuahkan hasil signifikan. Berbagai proyek strategis mulai dari tanggul raksasa hingga embung revitalisasi terbukti efektif melindungi wilayah pesisir dari ancaman rob sekaligus memperkuat ketahanan pangan melalui sistem irigasi yang lebih stabil.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, melalui Dinas Pusdataru, mengintegrasikan pembangunan fisik dengan kebutuhan mendesak warga terdampak perubahan iklim di wilayah Pantura.

 

Warga Kota Pekalongan kini bisa bernapas lega setelah rampungnya pembangunan parapet beton cyclop di Sungai Bremi–Meduri sepanjang total 2.333 meter. Proyek tahun jamak yang tuntas di 2025 ini secara efektif memutus aliran luapan sungai yang kerap menenggelamkan Desa Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo.

Baca Juga :  HKG PKK ke-54: Ketua TP PKK Tubaba ajak Perempuan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Sukseskan Layanan KB

 

Kepala Desa Mulyorejo, Samroni, memberikan kesaksian mengenai perubahan drastis di wilayahnya. “Dulu hampir setiap hari jalanan kami tergenang air rob kiriman sungai. Sejak ada parapet setinggi 1,5 meter ini, jalanan kering dan warga merasa aman,” ungkapnya, Selasa (30/12/2025).

 

Beralih ke sektor pertanian, revitalisasi Embung di Desa Triharjo, Kabupaten Kendal, menjadi solusi jitu mengatasi kekeringan. Dengan kapasitas 11.400 meter kubik, embung ini mampu menjamin pasokan irigasi bagi 25 hektare lahan pertanian warga.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polres Magetan Pantau Pasokan dan Harga Bapokting Pascalebaran

 

Tohadi, seorang petani setempat, mengaku kini tidak lagi khawatir gagal panen saat kemarau panjang. “Manfaatnya luar biasa. Sekarang musim kemarau tetap bisa mengairi sawah, hasil panen kami pun otomatis meningkat,” katanya sumringah.

 

Kepala Dinas Pusdataru Jateng, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa inovasi juga menyasar wilayah Sayung, Demak. Mengingat elevasi tanah yang rendah, Pemprov memasang Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Dukuh Lengkong dengan sistem hibrida berkapasitas 2 x 125 liter per detik.

 

“Wilayah Lengkong sangat rawan karena air rob sulit keluar secara alami. Sesuai instruksi Gubernur, kami pasang pompa tenaga surya ini untuk menarik air keluar lebih cepat dan efisien,” jelas Henggar melalui sambungan telepon.

Baca Juga :  Transparansi Rekrutmen? Warga Tanah Abang Demo Kantor Pertamina Adera, Ini 5 Poin Tuntutannya

 

Target 2026: Siaga Bencana Hidrometeorologis, Sepanjang 2025, Pemprov Jateng telah Membangun 8 embung baru. Merevitalisasi 2 embung lama dan Menuntaskan 14 paket perbaikan Daerah Aliran Sungai (DAS).

 

Menyongsong tahun 2026, Dinas Pusdataru telah menyiagakan 15 unit pompa mobile dengan kapasitas 250 liter per detik guna penanganan banjir darurat. Namun, Henggar mengingatkan bahwa infrastruktur hebat ini butuh kerja sama masyarakat. “Kami mohon warga aktif menjaga lingkungan dan tidak merusak DAS yang sudah dibangun agar manfaatnya berkelanjutan,” pungkasnya.

Penulis : Fery Eka S

Berita Terkait

Pasca Insiden Penembakan di Lahan Sengketa, Warga Geruduk Kantor Desa Tamansari Tuntut Keadilan
Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026
Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 12:27 WIB

Pasca Insiden Penembakan di Lahan Sengketa, Warga Geruduk Kantor Desa Tamansari Tuntut Keadilan

Rabu, 22 April 2026 - 10:26 WIB

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan

Rabu, 22 April 2026 - 10:17 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:17 WIB