BATANG realitapublik.id — Gelaran Batang Nusantara Expo 2025 resmi berakhir. Acara tersebut ditutup langsung oleh Wakil Bupati Batang, Suyono, bertepatan dengan malam pergantian tahun 2026 yang dirayakan secara khidmat melalui doa bersama di Jalan Veteran, Kabupaten Batang, Rabu (31/12/2025) malam.
Meski diguyur hujan hampir setiap hari, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Batang mencatat total transaksi yang mengesankan, yakni mencapai Rp1,8 miliar, mendekati target utama yang dicanangkan pemerintah daerah.
Wakil Bupati Suyono mengakui bahwa tantangan terbesar tahun ini adalah faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi dinilai memengaruhi daya beli dan mobilitas pengunjung menuju lokasi pameran.
“Saya maklumi jika capaian transaksi belum bisa maksimal karena hampir setiap hari diguyur hujan. Untuk tahun 2026, rencana pelaksanaan akan kita geser ke bulan Agustus. Selain untuk memeriahkan bulan kemerdekaan, cuaca di bulan tersebut cenderung stabil sehingga kegiatan bisa lebih meriah dan target tercapai maksimal,” ujar Suyono.
Kepala Disperindagkop dan UKM Batang, Wahyu Budi Santoso, merinci bahwa perolehan Rp1,8 miliar tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pelaku UMKM lokal hingga kementerian.
Transaksi Area Dalam: Rp1,4 miliar.
Transaksi UMKM Luar Daerah: Rp400 juta.
Mitra Terlibat: Pelaku UMKM binaan, Koperasi Desa Merah Putih, BUMN, serta Kementerian Koperasi.
Wahyu menambahkan, pihaknya berencana meningkatkan skala pameran di tahun depan menjadi 100 stan dengan persiapan yang lebih matang dan waktu pelaksanaan yang lebih ideal di luar akhir tahun.
Penurunan omzet dirasakan langsung oleh para pedagang di lapangan. Rohmah, salah satu koordinator UMKM binaan, menyebutkan bahwa omzetnya tahun ini berada di angka Rp7 juta selama empat hari, turun dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp15 juta.
“Hujan deras sangat berpengaruh. Hari ini saja karena hujan dari pagi, baru dapat Rp600 ribu. Namun, kami tetap bersyukur karena keuntungan masih berimbang dengan tenaga yang dikeluarkan,” jelasnya.
Produk camilan lokal masih menjadi primadona, terutama Keripik Tempe Mahatani yang paling banyak diburu konsumen karena popularitasnya yang sudah dikenal luas di masyarakat.
Ringkasan Batang Nusantara Expo 2025
Kategori dan Data Capaian:
Total Transaksi Rp1,8 Miliar
Durasi Kegiatan 4 Hari
Penyebab Kendala Cuaca Ekstrem (Hujan)
Rencana 2026 Pelaksanaan di Bulan Agustus (100 Stan)
Penulis : Fery Eka S







