Dikepung Rob dan Air Laut, Mayoritas Kendaraan Dinas Perikanan Batang Keropos dan Rusak Berat

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 00:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

BATANG, realitapublik.id — Aktivitas penyuluhan perikanan yang menjangkau pesisir hingga pelosok di Kabupaten Batang kini menghadapi tantangan serius. Musuh utamanya bukan hanya medan yang berat, melainkan korosi akibat air laut dan banjir rob yang memperpendek usia operasional kendaraan dinas.

 

Fakta memprihatinkan ini terungkap saat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang menggelar apel kendaraan operasional sebagai pembuka agenda kerja awal tahun, Jumat (2/1/2026).

 

Plt Kepala DKP Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata, menegaskan bahwa apel ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan armada yang setiap hari digunakan untuk melayani nelayan dan pembudidaya tambak.

Baca Juga :  Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

 

“Layaknya manusia, kendaraan juga butuh cek kesehatan. Kami memeriksa unit mana yang masih layak jalan dan mana yang memerlukan penanganan khusus atau sudah harus masuk kategori rusak berat,” ujar Agung.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 5 unit mobil dan 44 unit sepeda motor operasional, ditemukan fakta bahwa hanya sekitar 40 persen kendaraan yang masih dalam kondisi prima.

 

Unit penyuluhan menjadi yang paling terdampak. Kendaraan-kendaraan ini setiap hari dipacu untuk menembus wilayah tambak dan desa-desa pesisir yang rawan terdampak rob.

Baca Juga :  Kualitas Udara PALI Masih Kritis, Kebijakan Belajar dari Rumah Resmi Diperpanjang

 

Sekretaris DKP Kabupaten Batang, Hermanto, menjelaskan bahwa paparan air laut adalah faktor utama kerusakan fisik kendaraan dinas tersebut.

 

“Musuh utama kami di pesisir adalah rob dan air laut. Unsur garam yang tinggi membuat bodi kendaraan cepat keropos dan mesin mudah mengalami kerusakan fatal,” jelas Hermanto.

 

Selain ancaman korosi di pesisir, tantangan geografis di wilayah pelosok juga turut memperparah kondisi armada. Jarak tempuh yang panjang serta kondisi jalan yang tidak stabil di area tambak dan pegunungan membuat kendaraan lebih cepat mengalami penurunan performa.

Baca Juga :  Bantu Ringankan Beban Warga, CSR Kesehatan PT Bunga Mayang Panen Apresiasi Masyarakat

 

DKP Batang kini tengah mengkaji langkah-langkah strategis untuk memastikan mobilitas penyuluh tidak terganggu, mengingat peran mereka sangat vital dalam pendampingan sektor perikanan yang menjadi salah satu pilar ekonomi di Kabupaten Batang.

 

Total Kendaraan: 49 Unit (5 Mobil, 44 Motor).

Kondisi Layak/Prima: ± 40% (Sekitar 19 Unit).

Faktor Kerusakan Utama: Korosi Air Laut (Rob) & Medan Jalan Rusak.

Penulis : Fery Eka S

Berita Terkait

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton

Berita Terbaru