BATANG, realitapublik.id — Aktivitas penyuluhan perikanan yang menjangkau pesisir hingga pelosok di Kabupaten Batang kini menghadapi tantangan serius. Musuh utamanya bukan hanya medan yang berat, melainkan korosi akibat air laut dan banjir rob yang memperpendek usia operasional kendaraan dinas.
Fakta memprihatinkan ini terungkap saat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Batang menggelar apel kendaraan operasional sebagai pembuka agenda kerja awal tahun, Jumat (2/1/2026).
Plt Kepala DKP Kabupaten Batang, Agung Wisnu Barata, menegaskan bahwa apel ini dilakukan untuk mengevaluasi kelayakan armada yang setiap hari digunakan untuk melayani nelayan dan pembudidaya tambak.
“Layaknya manusia, kendaraan juga butuh cek kesehatan. Kami memeriksa unit mana yang masih layak jalan dan mana yang memerlukan penanganan khusus atau sudah harus masuk kategori rusak berat,” ujar Agung.
Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 5 unit mobil dan 44 unit sepeda motor operasional, ditemukan fakta bahwa hanya sekitar 40 persen kendaraan yang masih dalam kondisi prima.
Unit penyuluhan menjadi yang paling terdampak. Kendaraan-kendaraan ini setiap hari dipacu untuk menembus wilayah tambak dan desa-desa pesisir yang rawan terdampak rob.
Sekretaris DKP Kabupaten Batang, Hermanto, menjelaskan bahwa paparan air laut adalah faktor utama kerusakan fisik kendaraan dinas tersebut.
“Musuh utama kami di pesisir adalah rob dan air laut. Unsur garam yang tinggi membuat bodi kendaraan cepat keropos dan mesin mudah mengalami kerusakan fatal,” jelas Hermanto.
Selain ancaman korosi di pesisir, tantangan geografis di wilayah pelosok juga turut memperparah kondisi armada. Jarak tempuh yang panjang serta kondisi jalan yang tidak stabil di area tambak dan pegunungan membuat kendaraan lebih cepat mengalami penurunan performa.
DKP Batang kini tengah mengkaji langkah-langkah strategis untuk memastikan mobilitas penyuluh tidak terganggu, mengingat peran mereka sangat vital dalam pendampingan sektor perikanan yang menjadi salah satu pilar ekonomi di Kabupaten Batang.
Total Kendaraan: 49 Unit (5 Mobil, 44 Motor).
Kondisi Layak/Prima: ± 40% (Sekitar 19 Unit).
Faktor Kerusakan Utama: Korosi Air Laut (Rob) & Medan Jalan Rusak.
Penulis : Fery Eka S







