Juru Parkir Geruduk Mie Gacoan: Tolak Vendor Eksternal, Pertahankan Mata Pencaharian!

- Jurnalis

Minggu, 12 April 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PEKALONGAN, realitapublik.id — Puluhan warga yang berprofesi sebagai juru parkir lokal memadati halaman gerai Mie Gacoan di Jalan Imam Bonjol, Kota Pekalongan, Sabtu (11/04/2026) siang. Di bawah terik matahari, mereka membentangkan spanduk penolakan sebagai bentuk protes terhadap rencana penerapan sistem parkir berbasis vendor yang dinilai mengancam piring nasi warga setempat.

 

Selama dua tahun terakhir, lahan parkir di gerai kuliner populer tersebut dikelola secara mandiri oleh warga sekitar. Namun, rencana peralihan ke sistem e-parking dengan melibatkan pihak ketiga (vendor luar) memicu kekhawatiran massal akan terjadinya penggusuran peran pekerja lokal.

Baca Juga :  Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang

 

Perwakilan juru parkir, Ari Susanto, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan secara damai demi memperjuangkan keadilan. Ia mengklarifikasi bahwa warga sebenarnya tidak alergi terhadap modernisasi atau teknologi parkir digital.

 

“Kami tidak menolak perubahan atau penggunaan teknologi seperti portal otomatis. Namun, jangan sampai keterlibatan vendor luar justru menyingkirkan kami yang sudah bertahun-tahun mencari nafkah di sini. Kami ingin tetap menjadi subjek, bukan sekadar penonton di rumah sendiri,” tegasnya.

 

Ari mengungkapkan kekhawatiran bahwa sistem vendor akan memangkas pendapatan pekerja dan tidak ada jaminan seluruh jukir lama akan diakomodir. Ia juga menyayangkan penilaian sepihak dari internet yang kerap menyudutkan jukir lokal tanpa melihat peran mereka dalam menjaga keamanan lingkungan.

Baca Juga :  Peserta Simbang Kulon Night Carnival Meninggal Usai Tampil Kenakan Kostum Monster

 

Di sisi lain, pihak manajemen Mie Gacoan melalui Legal Manager, Zulkarnaen Akhmad Kurniawan, menjelaskan bahwa langkah evaluasi ini diambil demi menciptakan sistem parkir yang lebih tertata dan profesional. Menurutnya, ditemukan sejumlah pelanggaran pada pola kerja sama sebelumnya yang menjadi dasar pertimbangan perubahan sistem.

 

“Kami ingin sistem yang lebih akuntabel. Meski menggunakan vendor, kami memastikan bahwa pihak pengelola nantinya tetap diwajibkan memberdayakan tenaga kerja lokal,” ujar Zulkarnaen.

Baca Juga :  Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta

 

Manajemen mengaku tetap membuka pintu dialog untuk mencari titik temu. Namun, hingga pertemuan terakhir, belum ada kesepakatan hitam di atas putih yang memuaskan kedua belah pihak.

 

Ketegangan masih terasa di lapangan, meski aksi berakhir tertib. Para juru parkir memberi sinyal kuat akan terus menyuarakan tuntutan mereka jika solusi yang ditawarkan vendor dianggap tidak adil bagi keberlangsungan hidup warga Pekalongan.

 

Bagi para pekerja ini, rompi parkir yang mereka kenakan bukan sekadar atribut kerja, melainkan simbol perlawanan terhadap sistem yang dianggap berpotensi mematikan ekonomi kecil di tengah gempuran korporasi.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Kemeriahan HUT ke-44 Tiyuh Tunas Jaya: Pemerintah Tiyuh Gelar Lomba Olahraga, Senam, hingga Seni Kuda Lumping
Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap
Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta
Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang
Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan
IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026
SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir
Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:48 WIB

Kemeriahan HUT ke-44 Tiyuh Tunas Jaya: Pemerintah Tiyuh Gelar Lomba Olahraga, Senam, hingga Seni Kuda Lumping

Kamis, 24 September 2026 - 18:08 WIB

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap

Kamis, 24 September 2026 - 10:53 WIB

Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta

Kamis, 24 September 2026 - 08:30 WIB

Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan

Rabu, 23 September 2026 - 12:44 WIB

IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026

Rabu, 23 September 2026 - 12:34 WIB

SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Pendidikan

Tampar Siswa Gara-Gara Baju Lurik, Kepala SMPN 18 Malang Dicopot

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:27 WIB