Pasca-Deklarasi di Batang, Pengurus PWI LS Pekalongan Alami Dugaan Intimidasi dan Fitnah di Medsos

- Jurnalis

Minggu, 4 Januari 2026 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus PWI LS melapor ke Polres Pekalongan (foto: Wagiyono Realita Publik)

Pengurus PWI LS melapor ke Polres Pekalongan (foto: Wagiyono Realita Publik)

PEKALONGAN, realitapublik.id — Ketegangan membayangi pasca-deklarasi organisasi PWI LS (Perjuangan Walisongo Laskar Sabilillah). Sejumlah pengurus dan simpatisan melaporkan ke Polres Pekalongan, atas dugaan adanya tindakan intimidasi fisik serta penyebaran fitnah masif di media sosial (Medsos) yang menimpa anggota mereka di Kota Pekalongan, Rabu (30/12/2025).

 

Insiden ini memicu keresahan dan kini tengah diproses oleh jajaran pengurus untuk dibawa ke ranah hukum guna menghindari konflik horizontal yang lebih luas.

 

Peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WIB di kediaman Ustadz W. di Jalan Truntum, Kota Pekalongan. Saat itu, rombongan baru saja kembali dari acara deklarasi di Batang. Menurut keterangan saksi, seorang pria tak dikenal mendatangi lokasi dan memprotes keberadaan atribut PWI LS.

Baca Juga :  Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik

 

“Pria tersebut melarang adanya organisasi tersebut di wilayah ini. Demi menjaga situasi tetap kondusif di lingkungan majelis keagamaan saya, santri berinisial S.Z dan rekan saya H terpaksa melepas atribut yang mereka kenakan,” ujar Ustadz W.

 

Situasi memanas ketika beberapa orang lain datang dan membawa pergi atribut tersebut tanpa izin. Mirisnya, pada malam hari beredar video di media sosial yang menampilkan aksi pembakaran atribut yang diduga kuat merupakan barang yang diambil dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tubaba Hadiri Peresmian Kantor ASSA Tour, Dorong Penguatan Layanan Ibadah Umrah dan Haji

 

Tak hanya intimidasi fisik, serangan juga terjadi di ruang digital. Pengurus PWI LS, Haji Malul, melaporkan adanya narasi bohong di platform Facebook dan TikTok. Akun-akun tersebut menyebarkan isu bahwa warga Klego dan Krapyak telah ditipu untuk mengikuti deklarasi dengan iming-iming makan bersama dan pembagian kaos.

 

Haji Malul dengan tegas membantah narasi tersebut dan menyebutnya sebagai upaya pembunuhan karakter serta penghinaan terhadap marwah organisasi.

 

Menanggapi rangkaian peristiwa tersebut, jajaran pengurus PWI LS mengambil sikap tegas untuk tidak melakukan aksi balasan secara fisik, melainkan menempuh jalur konstitusional.

 

Baca Juga :  Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005 Berujung RDP, DPRD Situbondo Desak Prioritaskan 47 Relawan Lama

“Kami sepakat menyikapi ini dengan kepala dingin. Namun, karena sudah mengandung unsur pelecehan, fitnah, dan penghinaan terhadap organisasi, kami memutuskan melaporkan peristiwa ini kepada aparat penegak hukum,” tegas pihak pengurus.

 

Langkah hukum ini diambil sebagai upaya:

1. Melindungi Marwah: Menjaga kehormatan organisasi dan individu yang dirugikan.

2. Mencegah Konflik: Menghindari gesekan antar-kelompok di tengah masyarakat.

3. Ketertiban Umum: Memastikan setiap perselisihan diselesaikan melalui koridor hukum yang berlaku.

 

Hingga saat ini, pihak PWI LS didampingi tim hukum sedang melakukan pengumpulan bukti-bukti digital dan saksi untuk memperkuat laporan kepada pihak kepolisian.

Penulis : Wagiyono

Editor : Chu

Berita Terkait

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026
Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Berita ini 479 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 10:26 WIB

Proyek “Senyap” RSUD Tubaba Rp 128 Miliar, Pemda dan Manajemen RS Mengaku Tak Dilibatkan

Rabu, 22 April 2026 - 10:17 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini, Rabu 22 April 2026

Rabu, 22 Apr 2026 - 10:17 WIB