Kualitas Air Penyelenggara di Pekalongan Lampaui Target Nasional, Namun Air Rumah Tangga Masih “Lampu Kuning”

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 12:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

KOTA PEKALONGAN realitapublik.id — Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan secara konsisten melakukan pengawasan ketat terhadap keamanan air konsumsi. Hasil evaluasi tahun 2025 menunjukkan capaian positif pada tingkat penyelenggara air (PDAM dan PAMSIMAS), namun kualitas air di tingkat rumah tangga masih memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.

 

Sanitarian Muda Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Maysaroh, menjelaskan bahwa meskipun sumber air dari pengelola sudah bersih, kualitasnya kerap menurun saat sampai di keran rumah tangga.

 

Kota Pekalongan mencatatkan prestasi gemilang pada pengelolaan air di tingkat sumber. Parameter bakteriologis pada titik penyelenggara menunjukkan angka yang memuaskan.

Baca Juga :  Tinjau Lahan Hibah, Bupati Tubaba Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Bersama Unila

 

Capaian Kota Pekalongan: Lebih dari 80% air memenuhi syarat bakteriologis.

Target Nasional: 70%. Artinya: Pengelolaan air oleh PDAM dan PAMSIMAS di Kota Pekalongan sudah berjalan sangat baik dan aman secara ekologi sebelum didistribusikan.

 

Kontras dengan kondisi di sumber, kualitas air di tingkat rumah tangga justru masih di bawah ekspektasi nasional. Capaian Kota Pekalongan: 20,9%. Target Nasional: 30%.

 

Penurunan kualitas ini dipicu oleh beberapa faktor teknis dan perilaku, di antaranya:

Baca Juga :  Pemerhati Sosial Kritik Rencana Larangan Siswa di Situbondo Bawa Motor

Instalasi Tua: Jaringan pipa distribusi ke rumah warga banyak yang sudah berumur dan memerlukan peremajaan.

BABS Tertutup: Meski sudah berstatus Open Defecation Free (ODF), masih banyak warga yang membuang limbah jamban langsung ke selokan atau sungai tanpa melalui septic tank.

Kontaminasi E. Coli: Praktik pembuangan limbah sembarangan ini menyebabkan bakteri E. coli mencemari sumber air tanah dan jaringan perpipaan warga.

 

Dinkes Kota Pekalongan menekankan bahwa keamanan air adalah tanggung jawab bersama. Maysaroh mengimbau warga untuk mulai memperbaiki sistem sanitasi pribadi.

 

“Masyarakat yang memiliki jamban wajib melengkapinya dengan septic tank. Selain itu, pengurasan rutin setiap 3 sampai 5 tahun sekali sangat dianjurkan untuk mencegah kebocoran limbah yang dapat mencemari sumber air minum,” tegas Maysaroh.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polres Magetan Pantau Pasokan dan Harga Bapokting Pascalebaran

 

Dengan perbaikan perilaku sanitasi dan pemeliharaan instalasi air secara mandiri, diharapkan kualitas air di tingkat rumah tangga dapat meningkat dan mencapai standar kesehatan nasional di tahun-tahun mendatang.

 

Ringkasan Data Kualitas Air Pekalongan 2025:

Titik Pengawasan Capaian (%) Target Nasional (%) Status

Penyelenggara (PDAM/PAMSIMAS) > 80% 70% Memenuhi

Rumah Tangga 20,9% 30% Perlu Perbaikan.

Penulis : Wagiyono

Berita Terkait

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.
Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara
Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini
Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit
Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum
Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 01:36 WIB

Kado Terindah Hari Kartini, DPR Resmi Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Selasa, 21 April 2026 - 22:01 WIB

Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep “Tubaba Masa Depan”

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

Sinergi Lintas Sektor Diperkuat, SPPI Tumijajar Gandeng Forkopimcam dalam Rapat Strategis.

Selasa, 21 April 2026 - 21:05 WIB

Lagi Dan Lagi Ungkap kasus Narkoba, Dua Pelaku dengan Puluhan Paket Sabu di Amankan Sat Narkoba Polres Lampung Utara

Selasa, 21 April 2026 - 15:36 WIB

Hari Kartini 2026: Mahasiswi Unair Asal Situbondo Ajak Gen Z Teladani Semangat Belajar Tanpa Batas R.A. Kartini

Selasa, 21 April 2026 - 13:58 WIB

Geger Penemuan Mayat di Rawa Tiyuh Karta, Polisi: Murni Meninggal Sakit

Senin, 20 April 2026 - 22:03 WIB

Buntut Audiensi Nihil Hasil, PKL Sorogenen Seret Dugaan Pungli ke Jalur Hukum

Senin, 20 April 2026 - 20:35 WIB

Geger! Sesosok Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Belakang Pabrik BTJ 

Berita Terbaru