LAMPUNG UTARA, Realitapublik.id — Langkah tegas Ketua Komisi IV DPRD Lampung Utara, Imam Santosa, yang berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kabupaten Lampung Utara, mendapat apresiasi luas dari para wali murid.
Reaksi keras legislatif ini dipicu oleh viralnya keluhan wali murid MIN 1 Kota Alam, Kotabumi Selatan, terkait porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap tidak layak, bahkan ditemukan buah salak dalam kondisi busuk yang dibagikan kepada siswa pada Jumat (9/1/2026).
Berdasarkan keterangan wali murid dan konfirmasi pihak sekolah, paket MBG yang disalurkan oleh SPPG Naga Saka Tuju (7) pada hari tersebut hanya berisi: satu biji telur puyuh, satu biji telur ayam, satu biji sempol, sayur, biskuit, dan satu buah salak.
“Anak-anak mengadu porsinya tidak sesuai, dan yang paling membuat kami tidak terima adalah buah salaknya busuk. Ini program Presiden Prabowo untuk kesehatan anak, kenapa malah dikasih makanan yang bisa bikin sakit?” ujar Ahmad, salah satu wali murid, Sabtu (10/1/2026).

Pihak sekolah melalui salah satu guru kelas juga membenarkan adanya keluhan tersebut. “Benar, jatah yang diterima siswa tidak sesuai harapan, terutama masalah buah yang sudah busuk itu,” ungkapnya saat dikonfirmasi tim media.
Menyikapi kekacauan operasional tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Lampung Utara, Imam Santosa, menyatakan kegeramannya. Ia menegaskan tidak akan menoleransi pihak penyelenggara yang bermain-main dengan program strategis nasional ini.
Imam Santosa menyampaikan tiga poin instruksi tegas:
Patuh SOP: Seluruh SPPG wajib menjalankan aturan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tanpa alasan apa pun.
Pengawasan Ketat BGN: Meminta Badan Gizi Nasional (BGN) di semua tingkatan untuk memperketat pengawasan agar kesalahan fatal seperti pemberian makanan busuk tidak terulang.
Sanksi Beklis: DPRD tidak segan mengusulkan penutupan permanen atau blacklist bagi SPPG yang terbukti tidak berkomitmen menyediakan makanan layak.
“Kami sudah mencatat laporan ini. Jika mereka tidak berkomitmen memberikan makanan layak, apalagi sampai memberi makanan sisa atau buah busuk, kami akan tindak tegas. Jangan rusak program mulia Presiden Prabowo Subianto di Lampung Utara!” tegas Imam Santosa.
Wali murid berharap rencana sidak lintas komisi DPRD ini segera terlaksana untuk memastikan kualitas gizi anak-anak terjaga. Masyarakat meminta pemerintah tidak hanya mengevaluasi porsi makanan, tetapi juga integritas pengelola dapur SPPG Naga Saka Tuju (7) dan titik lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dapur SPPG Naga Saka Tuju (7) belum berhasil ditemui maupun memberikan klarifikasi resmi terkait temuan buah busuk dan keluhan porsi minim tersebut.
Penulis : Rody Sandra







