Pasca Banjir Pekalongan, LSM Pejuang’24 Distribusikan Ratusan Nasi Kotak untuk Warga Terdampak

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PEKALONGAN, Realitapublik.id — Meskipun genangan air di beberapa titik mulai surut, dampak banjir yang melanda Kota dan Kabupaten Pekalongan sejak Sabtu (17/1) masih sangat dirasakan warga. Sebagai langkah nyata kepedulian sosial, LSM Pejuang’24 menyalurkan bantuan nasi kotak siap saji kepada warga terdampak pada Rabu (21/1/2026).

 

Kegiatan ini difokuskan untuk membantu warga yang hingga kini belum bisa beraktivitas normal, terutama dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian di dapur rumah masing-masing.

 

Penyaluran bantuan dipusatkan di wilayah Kecamatan Tirto, yang mencakup area Kota dan Kabupaten Pekalongan. Tim relawan menyisir sejumlah titik lokasi, antara lain:

Baca Juga :  DPRD Lampura Bongkar Borok SPBU: Usulkan Pelangsir BBM Masuk Sistem Zonasi, Sebut Pertashop Produk Gagal

– Wilayah Kota: Kelurahan Klego, Bendan Kergon, Pasirsari, dan Tegal Dowo.

– Wilayah Kabupaten: Desa Mulyorejo (Mulai RT 04 hingga RT 13 di RW 02 dan RW 03, serta wilayah Gang 2 RW 01).

 

Di Desa Mulyorejo, bantuan diserahkan langsung secara door-to-door untuk memastikan distribusi tepat sasaran bagi warga yang masih terjebak sisa genangan maupun yang sedang melakukan pembersihan rumah.

Baca Juga :  HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial

 

Seluruh paket nasi kotak tersebut diproduksi secara mandiri melalui Dapur Umum LSM Pejuang’24 yang berlokasi di Halaman Ruko Jalan Gajah Mada Barat, Kecamatan Tirto. Relawan bekerja sejak pagi untuk menyiapkan makanan bergizi yang layak konsumsi bagi warga.

 

“Kami mengapresiasi bantuan dari LSM Pejuang’24. Bantuan makanan siap saji seperti ini sangat dibutuhkan karena warga kami masih kesulitan untuk memasak sendiri akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih,” ujar Pak Said, Ketua RT Gang 2 RW 01 Kecamatan Tirto.

Baca Juga :  Anggota DPRD Situbondo Junaidi Jalani Tes Urine, Ini Hasilnya

 

Aksi ini diharapkan dapat memicu semangat gotong royong antar elemen masyarakat dalam menghadapi bencana. LSM Pejuang’24 berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan hingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Pekalongan kembali normal.

 

“Melalui nasi kotak ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa warga tidak sendirian. Kami akan terus berupaya membantu meringankan beban masyarakat semampu kami,” tulis rilis resmi Humas Pejuang’24.

Penulis : Wildan

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru