Longsor, Akses Jalan Desa Depok-Timbangsari dan 5 Ekor Sapi Tertimbun Material  

- Jurnalis

Senin, 26 Januari 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

KAJEN realitapublik.id – Curah hujan tinggi disertai petir dan angin kencang yang terjadi beberapa hari ini di Jawa Tengah menyebabkan dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir hingga banjir bandang, tanah longsor dan lainya.

 

Informasi diterima relaitapublik.id, bahwa pada 25/1/2026) pukul 01.00 WIB telah terjadi peristiwa tanah longsor di wilayah Kecamatan Lebak Barang Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah

 

Baca Juga :  Sengketa Informasi Desa Samborejo Memasuki Tahap Pembuktian Alat Bukti

Lokasi longsor ini tepatnya berada di daerah penghubung antara Desa Depok menuju Desa Timbangsari.

 

Dalam musibah ini, akses jalan dari Desa Depok menuju Desa Timbangsari atau sebaliknya, dibeberapa titik badan jalanya tertutup material longsor dan bebatuan.

 

Akibatnya, akses jalan dari desa Depok menuju desa Timbangsari tidak bisa dilalui oleh pengguna jalan/pengendara.

 

“Saat ini jalur tersebut tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali”Ujar Kapten Arif Munajad, Minggu pada (25/1/2026)

Baca Juga :  Sertijab Kapolsek Tulang Bawang Tengah, Kapolres Tubaba Tekankan Komitmen Presisi

 

 

Dalam kejadian ini, tiga kandang berikut lima ekor sapi milik warga yang berada dibawah tebing tertimpa material longsor.

 

Dari laporan warga yang diterima, lima ekor sapi tersebut mati setelah tertimbun material longsor. Namun dipastikan tidak ada korban jiwa walaupun ada kerugian material yang cukup besar.

Baca Juga :  Kabar Duka: Dunia Pers Pasuruan Kehilangan Jurnalis Senior, Mas Emen

 

Sejauh ini, pihak aparat dari sejumlah instansi terkait bersama warga setempat telah melakukan pemantauan dilokasi untuk mengantisipasi potensi longsor susulan. Sedangkan penanganan untuk  membersihkan material longsor yang menutup badan jalan, rencananya oleh pemerintah terkait akan menurunkan alat berat.

 

Dalam menghadapi curah hujan tinggi disertai angin kencang, warga diminta selalu siaga dan berhati hati.(*)

Penulis : Fery Eka S

Editor : Chu

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru