Kudus Berstatus KLB: 600 Siswa SMAN 2 Diduga Keracunan Program MBG, 118 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

KUDUS, Realitapublik.id — Insiden dugaan keracunan massal berskala besar mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Kudus. Sebanyak 600 siswa SMAN 2 Kudus dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (29/01/2026).

 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, hingga Kamis sore, tercatat sedikitnya 118 siswa harus menjalani perawatan intensif di tujuh rumah sakit berbeda karena kondisi kesehatan yang menurun drastis.

 

Halaman SMAN 2 Kudus berubah menjadi area tanggap darurat. Puluhan mobil ambulans disiagakan untuk mengevakuasi para pelajar. Sinergi antara Pemkab Kudus, TNI/Polri, dan organisasi kemasyarakatan dikerahkan secara maksimal untuk memberikan pertolongan pertama.

Baca Juga :  Korupsi Dana Bencana di BNPB, Netizen Geram: Ini Ironi dan Benar-benar Sakit!

 

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus, Mustiko Wibowo, mengonfirmasi sebaran korban yang dirawat di rumah sakit:

RSUD Loekmono Hadi: 28 orang

RS Mardi Rahayu: 22 orang

RS Sarkies Aisyiyah: 19 orang

RSI Kudus: 14 orang

RS Kumala Siwi: 13 orang

RS Kartika: 9 orang

RS Aisyiyah: 13 orang

 

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menjelaskan bahwa gejala mulai dirasakan pada Rabu (28/01/2026) usai menyantap kiriman menu soto ayam suwir, tempe, dan tauge dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari sekitar pukul 11.15 WIB.

Baca Juga :  AMKI Indramayu Desak APH Usut Dugaan Korupsi Proyek Jembatan di Dongkal

 

“Awalnya keluhan sakit perut dan diare muncul di kalangan guru, kemudian meluas ke siswa. Dari total 1.178 siswa, ada sekitar 600 anak yang mengalami gejala serupa seperti mual, pusing, dan diare hebat,” papar Dwiyana.

 

Meskipun 118 siswa dirawat di RS, ratusan siswa lainnya bersama beberapa guru memilih untuk melakukan rawat jalan secara mandiri di rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan awal dari Puskesmas.

 

Pihak sekolah telah memanggil perwakilan SPPG Purwosari untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Sampel makanan juga dilaporkan telah diambil untuk uji laboratorium guna memastikan sumber kontaminasi.

Baca Juga :  Kronologi dari Adu Mulut di Loket hingga Damai, Kisah Viral Pelayanan Disdukcapil Lampung Utara

 

Insiden ini memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua siswa. Masyarakat mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap rantai pasok dan standar higienitas program MBG.

 

“Ini risiko tinggi. Kami tidak ingin program yang tujuannya menyehatkan justru membahayakan nyawa anak-anak. Harus ada evaluasi dan pengawasan ketat agar tragedi ini tidak terulang di Kudus maupun daerah lain,” tegas salah satu wali murid.

Penulis : Fery Eka Spt

Editor : Chu

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru