SEMARANG, Realitapublik.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran program Mudik dan Balik Rantau Gratis Lebaran 2026. Program tahunan yang sangat dinantikan para “wong cilik” di perantauan ini akan mulai membuka pendaftaran pada 4 Februari 2026 mendatang.
Langkah ini diambil Pemprov Jateng sebagai bentuk kepedulian untuk menjamin warga perantauan dapat pulang ke kampung halaman dengan aman, nyaman, dan tanpa beban biaya transportasi di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
Bagi masyarakat Jawa Tengah yang berada di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, berikut adalah jadwal penting yang harus dicatat:
Pendaftaran Bus: Mulai dibuka pada 4 Februari 2026.
Pendaftaran Kereta Api: Mulai dibuka pada 11 Februari 2026.
Keberangkatan Arus Mudik: Dijadwalkan pada 16–17 Maret 2026.
Keberangkatan Arus Balik: Dijadwalkan pada 27–28 Maret 2026.
Untuk memudahkan akses peserta berdasarkan domisili mereka di perantauan, Pemprov Jateng telah menetapkan beberapa titik kumpul keberangkatan utama:
Jakarta: Museum Purna Bhakti Pertiwi, Jakarta Timur.
Bandung: Kawasan PT Dirgantara Indonesia.
Kereta Api: Stasiun Pasar Senen, Jakarta.
Target Armada: Minimal Setara Tahun 2025
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah menginventarisasi sebanyak 349 unit bus dan 20 rangkaian kereta api. Namun, jumlah ini dipastikan akan terus bertambah.
“Pekerjaan rumah kita saat ini adalah menambah armada agar minimal sama dengan tahun 2025 kemarin, yaitu sebanyak 383 bus. Kami berupaya keras agar jumlahnya bisa melebihi itu sehingga lebih banyak warga yang terakomodir,” ujar Sumarno dalam keterangannya, Sabtu (31/01/2026).
Sumarno menekankan bahwa aspek keselamatan adalah harga mati. Seluruh armada bus yang digunakan wajib melalui uji kelayakan (ramp check), serta kru sopir harus dalam kondisi prima dan memenuhi standar kesehatan.
Selain itu, Pemprov Jateng juga melakukan pemetaan ulang titik tujuan mudik berdasarkan sebaran domisili peserta. Hal ini dilakukan guna menjawab masukan dari paguyuban perantau agar titik turun penumpang bisa lebih dekat dengan tempat tinggal asli mereka di desa.
“Program ini kami evaluasi setiap tahun. Tujuannya satu: memudahkan saudara-saudara kita agar bisa mudik dengan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.
Penulis : Fery Eka spt






