Sambut Ramadan, Pemprov Jateng Gelar 308 Titik Pasar Murah untuk Stabilkan Harga Pangan

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

SEMARANG, Realitapublik.id — Kabar gembira bagi warga Jawa Tengah. Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif di 308 titik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota hingga Maret 2026 mendatang.

 

Langkah strategis ini diambil untuk meringankan beban masyarakat di tengah tren kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap merangkak naik menjelang bulan puasa.

 

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung aksi GPM perdana yang berlokasi di Pucang Gading, Mranggen, Demak (perbatasan Kota Semarang), Jumat (13/02/2026). Ia menegaskan bahwa program ini merupakan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat saat ekonomi sedang fluktuatif.

Baca Juga :  Tiga Kadus Baru Desa Sumberanyar Resmi Dilantik, Plt Camat Mlandingan: SK Jangan 'Epasakolah'

 

“Kita sudah punya jadwal rutin untuk kegiatan GPM ini di seluruh wilayah. Ini adalah bagian dari program nasional untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau,” ujar Ahmad Luthfi.

 

Meski stok pangan di Jawa Tengah saat ini dalam kondisi surplus (aman), beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga di pasar tradisional. Tercatat, harga cabai telah menyentuh angka Rp77.800/kg (naik 35,7% dari harga acuan), disusul kenaikan tipis pada Minyakita, daging kerbau beku, dan jagung pakan.

Baca Juga :  Dini Hari Membara di Desa Olean, Dua Rumah Rusak Total, Kerugian Capai Rp200 Juta

 

Hadirnya GPM menjadi penyelamat bagi para ibu rumah tangga. Tuty, salah satu pembeli di lokasi, mengaku sangat terbantu dengan selisih harga yang cukup jauh dari pasar.

 

“Di pasar harga cabai hampir Rp100 ribu, tapi di GPM ini cuma Rp65 ribu. Minyak goreng juga jauh lebih murah. Sangat membantu untuk stok puasa nanti,” ungkapnya senang.

 

Aksi GPM di Pucang Gading melibatkan 11 pelaku usaha, mulai dari Bulog, JTAB, UMKM binaan, hingga gabungan kelompok tani (Gapoktan) lokal. Namun, pemerintah tidak hanya mengandalkan pasar murah.

Baca Juga :  Cegah Kepunahan Sejarah, LSPB Dorong Dokumentasi Tradisi Lisan Curahsuri

 

Gubernur Ahmad Luthfi memerintahkan Satgas Pangan untuk terus melakukan penyisiran guna mengantisipasi adanya spekulan nakal yang mencoba menimbun stok.

 

“Pengawasan harus ketat, kita sisir mulai dari tingkat petani, distributor, hingga sampai ke tangan konsumen. Jangan sampai ada permainan harga di tengah jalan,” tegas Gubernur.

 

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghimbau masyarakat untuk memantau jadwal GPM di wilayah masing-masing dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga miring.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru