KOTA PASURUAN, Realitapublik.id — Diambang menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Gerakan Transparansi Indonesia Bersatu (LSM AGTIB) menandai hari jadinya yang ke-7 dengan aksi kemanusiaan yang mendalam. Alih-alih menggelar seremoni mewah, lembaga ini memilih menyantuni puluhan anak yatim, piatu, dan dhuafa di Kantor AGTIB, Jalan Halmahera, Gadingrejo, Rabu (18/02/2026).
Kegiatan khidmat ini menjadi simbol rasa syukur atas eksistensi AGTIB selama tujuh tahun dalam menjaga nafas transparansi di wilayah Pasuruan.
Momentum ulang tahun ini semakin bermakna dengan kehadiran sejumlah tokoh penting, termasuk Wali Kota LIRA Pasuruan, Izul Sulaiman, dan tokoh masyarakat Abah Sucipto. Dalam sambutannya, Izul memberikan apresiasi tinggi sekaligus pesan tajam untuk perjalanan AGTIB ke depan.
“Selamat dan sukses untuk 7 tahun LSM AGTIB. Pesan saya, jangan pernah lelah menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum dan pengawalan rakyat. Teruslah kritisi dan kawal program pemerintah yang sekiranya tidak produktif, demi kesejahteraan masyarakat luas,” tegas Izul Sulaiman di hadapan pengurus AGTIB.
Ketua LSM AGTIB, Samsul Arifin, menyatakan bahwa usia tujuh tahun merupakan titik pendewasaan organisasi. Ia menekankan bahwa kekuatan AGTIB terletak pada kolaborasi yang harmonis antara pengurus, donatur, serta kemitraan dengan berbagai instansi terkait.
Paket bahan pokok dan santunan tunai yang dibagikan diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga kurang mampu menjelang ibadah puasa.
“Alhamdulillah, kami kembali bisa berbagi sedikit rezeki. Terima kasih kepada para donatur. Bagi kami, menyambut Ramadhan dengan berbagi adalah cara terbaik untuk memperkuat niat dalam mengabdi kepada masyarakat,” ungkap Samsul Arifin dengan nada haru.
Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk refleksi untuk tetap teguh pada visi transparansi. Kedepannya, LSM AGTIB berkomitmen untuk terus menyeimbangkan peran sebagai pengawas kebijakan yang kritis sekaligus lembaga yang memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap dinamika masyarakat bawah.
Tujuh tahun berdiri, AGTIB berupaya membuktikan bahwa kontrol sosial dan aksi kemanusiaan dapat berjalan beriringan demi menciptakan tatanan masyarakat yang lebih adil dan transparan.
Penulis : Chu







