Pasca Banjir Limpasan Calobak, Muspika Tamansari dan DLH Sidak Lokasi Proyek PMC

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muspika Kecamatan Tamansari dan DLH, sidak lokasi di calobak Tamansari (foto: Lucyana Realita Publik)

Muspika Kecamatan Tamansari dan DLH, sidak lokasi di calobak Tamansari (foto: Lucyana Realita Publik)

BOGOR, Realitapublik.id — Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tamansari bergerak cepat merespons insiden banjir limpasan yang menerjang Kampung Calobak, Desa Tamansari, Kabupaten Bogor. Camat Tamansari, Yudi Hartono, memimpin langsung peninjauan ke lokasi terdampak yang berada di area ujung lahan milik perusahaan PT Prima Mustika Chandra (PMC), Rabu (11/03/2026).

 

Langkah ini diambil guna mencari solusi permanen atas banjir yang sempat melumpuhkan akses warga pada Selasa (10/03) malam akibat curah hujan tinggi.

 

Hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa banjir dipicu oleh kombinasi faktor alam dan teknis. Tim menemukan adanya pendangkalan parit yang sangat signifikan akibat endapan lumpur menahun.

Baca Juga :  Serap Aspirasi Warga, Yantoni (Gerindra) Gelar Reses, Janjikan Perjuangkan Lapangan Bola dan Infrastruktur jalan

 

Penyempitan Parit: Saluran yang semula memiliki lebar 2 meter menyempit hingga tersisa 60 sentimeter.

Pendangkalan: Kedalaman parit berkurang drastis dari lebih dari 1 meter menjadi kurang dari 50 sentimeter.

Hambatan Hilir: Gorong-gorong tersumbat material tanah dan diperparah dengan adanya kabel utilitas yang melintang di dalam saluran air.

 

“Banjir ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja. Intensitas hujan tinggi selama 2 jam membawa material tanah yang menyumbat drainase yang memang sudah menyempit dan kurang perawatan,” jelas Camat Tamansari, Yudi Hartono.

 

Baca Juga :  Respons Krisis Energi Global: Pemkot Semarang Matangkan Kebijakan WFH Jumat bagi ASN

Di lokasi yang sama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melalui Tim Penegakan Hukum Lingkungan melakukan verifikasi terkait video viral yang menyoroti potensi banjir akibat aktivitas pembangunan.

 

Meski di lokasi proyek sudah tersedia sediment trap (kolam jebakan sedimen) berukuran besar, pihak DLH menekankan bahwa proses cut and fill yang sedang berlangsung tetap memiliki risiko limpasan air (runoff) yang tinggi saat hujan deras.

 

Rekomendasi DLH kepada Perusahaan:

– Menambah jumlah sediment trap sebagai langkah antisipasi tambahan.

– Memastikan setiap kegiatan pengurukan tanah didahului dengan sistem pengendalian air yang mumpuni.

Baca Juga :  Mahasiswa Semarang Kepung DPRD Jateng: Desak Pengusutan Kasus Andrie Yunus dan Tuntut Reformasi Peradilan Militer

– Pembersihan rutin terhadap saluran drainase di sekitar area proyek.

 

Pihak perusahaan (PMC) bersama Pemerintah Desa, Muspika, dan masyarakat telah melakukan kerja bakti darurat. Dalam waktu dua jam setelah kejadian, genangan berhasil diatasi, dan jalanan kembali bersih dari lumpur pada pukul 22.00 WIB malam.

 

Saat ini, Pemerintah Desa Tamansari tengah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak untuk pemberian bantuan atau perhatian lebih lanjut. Yudi Hartono juga mengimbau agar tradisi Jumat Bersih kembali digiatkan guna memastikan drainase lingkungan tetap berfungsi optimal di tengah cuaca ekstrem.

Penulis : Lucyana

Berita Terkait

PW dan 5 PD IWO se-Sumsel Resmi Dilantik, Ketum Yudhistira Tekankan Fungsi Kontrol
Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 18 April 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Pegunungan
Wujud Dedikasi Akademik: Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis Uji Dua Calon Doktor Ilmu Lingkungan di Unila
Polemik Penyaluran MBG di Desa Surakarta: Warga Keluhkan Larangan Pengambilan yang Diwakilkan
Apel Sabuk Kamtibmas Dan Simulasi Sispam Mako Polres Tulang Bawang Barat, Perkuat Kesiapsiagaan Personel
Hilang 12 Hari di TN Baluran, Penggembala Sapi Ditemukan Meninggal Dunia
Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal
Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 10:36 WIB

PW dan 5 PD IWO se-Sumsel Resmi Dilantik, Ketum Yudhistira Tekankan Fungsi Kontrol

Sabtu, 18 April 2026 - 10:10 WIB

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah 18 April 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Pegunungan

Jumat, 17 April 2026 - 14:01 WIB

Wujud Dedikasi Akademik: Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis Uji Dua Calon Doktor Ilmu Lingkungan di Unila

Jumat, 17 April 2026 - 12:10 WIB

Polemik Penyaluran MBG di Desa Surakarta: Warga Keluhkan Larangan Pengambilan yang Diwakilkan

Jumat, 17 April 2026 - 11:58 WIB

Apel Sabuk Kamtibmas Dan Simulasi Sispam Mako Polres Tulang Bawang Barat, Perkuat Kesiapsiagaan Personel

Kamis, 16 April 2026 - 19:01 WIB

Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal

Kamis, 16 April 2026 - 18:55 WIB

Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan

Kamis, 16 April 2026 - 16:12 WIB

Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik

Berita Terbaru