BOGOR, Realitapublik.id — Jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Tamansari bergerak cepat merespons insiden banjir limpasan yang menerjang Kampung Calobak, Desa Tamansari, Kabupaten Bogor. Camat Tamansari, Yudi Hartono, memimpin langsung peninjauan ke lokasi terdampak yang berada di area ujung lahan milik perusahaan PT Prima Mustika Chandra (PMC), Rabu (11/03/2026).
Langkah ini diambil guna mencari solusi permanen atas banjir yang sempat melumpuhkan akses warga pada Selasa (10/03) malam akibat curah hujan tinggi.
Hasil verifikasi lapangan menunjukkan bahwa banjir dipicu oleh kombinasi faktor alam dan teknis. Tim menemukan adanya pendangkalan parit yang sangat signifikan akibat endapan lumpur menahun.
Penyempitan Parit: Saluran yang semula memiliki lebar 2 meter menyempit hingga tersisa 60 sentimeter.
Pendangkalan: Kedalaman parit berkurang drastis dari lebih dari 1 meter menjadi kurang dari 50 sentimeter.
Hambatan Hilir: Gorong-gorong tersumbat material tanah dan diperparah dengan adanya kabel utilitas yang melintang di dalam saluran air.
“Banjir ini bukan disebabkan oleh satu faktor saja. Intensitas hujan tinggi selama 2 jam membawa material tanah yang menyumbat drainase yang memang sudah menyempit dan kurang perawatan,” jelas Camat Tamansari, Yudi Hartono.
Di lokasi yang sama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melalui Tim Penegakan Hukum Lingkungan melakukan verifikasi terkait video viral yang menyoroti potensi banjir akibat aktivitas pembangunan.
Meski di lokasi proyek sudah tersedia sediment trap (kolam jebakan sedimen) berukuran besar, pihak DLH menekankan bahwa proses cut and fill yang sedang berlangsung tetap memiliki risiko limpasan air (runoff) yang tinggi saat hujan deras.
Rekomendasi DLH kepada Perusahaan:
– Menambah jumlah sediment trap sebagai langkah antisipasi tambahan.
– Memastikan setiap kegiatan pengurukan tanah didahului dengan sistem pengendalian air yang mumpuni.
– Pembersihan rutin terhadap saluran drainase di sekitar area proyek.
Pihak perusahaan (PMC) bersama Pemerintah Desa, Muspika, dan masyarakat telah melakukan kerja bakti darurat. Dalam waktu dua jam setelah kejadian, genangan berhasil diatasi, dan jalanan kembali bersih dari lumpur pada pukul 22.00 WIB malam.
Saat ini, Pemerintah Desa Tamansari tengah melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak untuk pemberian bantuan atau perhatian lebih lanjut. Yudi Hartono juga mengimbau agar tradisi Jumat Bersih kembali digiatkan guna memastikan drainase lingkungan tetap berfungsi optimal di tengah cuaca ekstrem.
Penulis : Lucyana







