Layanan Ambulans RSUD Besuki Dikeluhkan Saat Evakuasi Jenazah Korban Banjir

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses evakuasi jasad korban atas nama Jaelani (43), korban hilang terhanyut banjir asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Kamis (12 Maret 2026). 

i

Proses evakuasi jasad korban atas nama Jaelani (43), korban hilang terhanyut banjir asal Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Kamis (12 Maret 2026). 

SITUBONDO, realitapublik.id – Proses evakuasi dua jenazah korban banjir bandang di Kecamatan Jatibanteng diwarnai momen memprihatinkan. Lambatnya respons layanan ambulans RSUD Besuki mengakibatkan jasad korban dievakuasi dengan menggunakan mobil operasional instansi lain karena terlalu lama menunggu.

 

Kejadian ini menuai sorotan tajam dari warga dan aktivis setempat. Sutomo, SH., tokoh masyarakat asal Desa Besuki, menyayangkan buruknya koordinasi dan pelayanan rumah sakit pelat merah tersebut dalam situasi darurat.

 

Dua Kali Terjadi dalam Sepekan

Peristiwa pertama terjadi pada Selasa sore (10/3/2026) saat penemuan jenazah Tohari (44), warga Dusun Krajan, Desa Patemon. Setelah jasad ditemukan Tim SAR gabungan di pinggiran Kali Basian, Desa Bloro, petugas sempat menunggu kehadiran ambulans RSUD Besuki hingga dua jam.

Baca Juga :  Dinkes Tulang Bawang Barat Gelar Skrining TBC Terintegrasi di Tiyuh Marga Asri

 

“Karena ambulans yang ditunggu tak kunjung tiba, akhirnya jenazah dievakuasi menggunakan mobil operasional Basarnas agar tidak tertahan terlalu lama di lokasi,” ujar Sutomo.

 

Ironisnya, kejadian serupa terulang pada Kamis (12/3/2026) saat evakuasi korban kedua, Jaelani (43), warga Desa Sumberanyar. Jasad yang ditemukan di pinggir Kali Basian di belakang SMKN Burhanul Abror itu selama lebih dari satu jam menunggu jemputan medis. Akhirnya, jenazah terpaksa dibawa ke RSUD Besuki menggunakan mobil Rescue milik Tagana (Dinas Sosial).

 

Desakan Evaluasi Manajemen

Sutomo menilai insiden berulang ini mencerminkan buruknya manajemen pelayanan di RSUD Besuki. Menurutnya, dalam kondisi bencana, respons cepat rumah sakit seharusnya menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Baru Diresmikan, Jembatan Buk Wedi Pasuruan Ditemukan Retak: Mutu Proyek Miliaran Rupiah Disorot

 

“Ini menunjukkan lemahnya respons dan pelayanan. Manajemen RSUD Besuki harus dievaluasi total agar kejadian memalukan seperti ini tidak terulang di masa depan,” tegasnya.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Besuki, dr Imam Haryono mengatakan, terkait mobil ambulan RSUD Besuki dalam proses evakuasi, tolong pastikan dulu siapa dan jam berapa yang menghubungi pihak RSUD Besuki.

 

“Apakah salah jika mobil lain yang membawa jenazah tersebut, ini kan ada tahapan dan SOP nya,” kata dokter imam menambahkan.

 

Ia menyebutkan bahwa RUSD Besuki hanya memiliki 1 (satu) ambulan jenazah. “Sebelumnya ada dua mobil ambulan untuk jenazah, tapi satu mobil kondisinya sudah rusak sehingga dikembalikan ke bagian aset. Jadi saat ini ada satu mobil ambulan untuk jenazah. Mobil ambulan untuk membawa jenazah itu tidak boleh untuk membawa pasien,” pungkasnya.

Baca Juga :  Koreksi dan Rekapitulasi Nilai Ujian Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan Dilakukan Terbuka di Hadapan Peserta

 

Untuk diketahui, bahwa pada Sabtu, 7 Maret 2026, banjir bandang melanda Situbondo.

 

Dalam peristiwa bencana tersebut mengakibatkan dua orang warga dilaporkan hilang terseret arus. Dua korban hilang, atas nama Tohari (44) warga Desa Patemon dan Jaelani (43), warga Desa Sumberanyar. Keduannya warga Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo.

 

Adapun wilayah yang paling parah terdampak meliputi Kecamatan Jatibanteng dan Besuki. (*)

Penulis : Abdul Hakiim

Berita Terkait

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga
Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan
Koreksi dan Rekapitulasi Nilai Ujian Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan Dilakukan Terbuka di Hadapan Peserta
Jaga Integritas, Panitia Sterilkan Ruang Ujian Seleksi Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan
Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi
Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD
Rifa’i (IIK) Raih Nomor Urut 1, Simbol satu: Menang Satu dulu Baru Dua 
Berita ini 142 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Senin, 21 September 2026 - 23:33 WIB

Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan

Kamis, 17 September 2026 - 12:32 WIB

Koreksi dan Rekapitulasi Nilai Ujian Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan Dilakukan Terbuka di Hadapan Peserta

Kamis, 17 September 2026 - 10:35 WIB

Jaga Integritas, Panitia Sterilkan Ruang Ujian Seleksi Perangkat Desa Sumberanyar Mlandingan

Kamis, 17 September 2026 - 08:44 WIB

Peringati Harhubnas ke-55, Plt. Kadishub Kota Pasuruan Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Transportasi

Rabu, 16 September 2026 - 20:59 WIB

Bupati Pasuruan Buka Baksos RSUD Bangil, Sediakan Layanan Operasi Bibir Sumbing hingga Skrining ABUS dan BMD

Rabu, 16 September 2026 - 18:05 WIB

Rifa’i (IIK) Raih Nomor Urut 1, Simbol satu: Menang Satu dulu Baru Dua 

Berita Terbaru