SITUBONDO, realitapublik.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, masih menghadapi kendala pemerataan. Di Kecamatan Jatibanteng, penyaluran bantuan pangan bergizi ini dilaporkan belum menyentuh seluruh pelajar karena keterbatasan infrastruktur pendukung.
Plt Korwil Pendidikan Jatibanteng, Siti Aisyah, mengungkapkan bahwa meski program ini sudah berjalan di beberapa titik, cakupannya baru mencapai kurang lebih sekitar 60 persen dari total siswa di wilayah tersebut.
“Masih banyak siswa-siswi di wilayah Jatibanteng yang belum menerima manfaat program MBG. Di antaranya mereka yang bersekolah di Desa Sumberanyar, Pategalan, dan Semambung,” ungkap Aisyah, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, wilayah yang sudah terakomodasi program ini meliputi Desa Jatibanteng, Wringinanom, Petemon, Kembangsari, dan Curah Suri.
Menurut Aisyah, kendala utama belum meratanya program ini adalah terbatasnya jumlah Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jatibanteng yang saat ini hanya berjumlah dua unit.
“Saat ini hanya ada dua dapur layanan, lokasinya di Dusun Secangan Desa Jatibanteng dan di sisi timur Pasar Jatibanteng. Dengan jumlah yang sangat terbatas, mustahil bisa menjangkau seluruh sekolah secara menyeluruh,” jelasnya.
Selain kuantitas dapur, tantangan geografis Jatibanteng yang berada di dataran tinggi memperumit proses distribusi.
Aisyah mengkhawatirkan jarak tempuh yang jauh dapat memengaruhi waktu pendistribusian.
“Kondisi geografis kita menantang. Jika lokasi sekolah jauh dari dapur, potensi keterlambatan distribusi sangat besar. Hal ini tentu menjadi beban tersendiri bagi pihak sekolah maupun pengelola,” tambahnya.
Melihat kondisi tersebut, pihaknya berharap pemerintah pusat dapat segera menambah jumlah dapur layanan di wilayah pelosok.
“Harapan kami, makanan yang disajikan bergizi seimbang (karbohidrat, protein hewani/nabati, sayur, buah), higienis dan aman konsumsi. Selain itu harapan kami, pemerintah menambah jumlah SPPG/dapur layanan agar program Makan Bergizi Gratis ini benar-benar bisa dirasakan secara merata oleh seluruh sekolah di pelosok Kecamatan Jatibanteng tanpa terkecuali,” pungkasnya. (*)
Penulis : Abdul Hakim







