PASURUAN, realitapublik.id – Ketua Komisi XI DPR RI, Dr. H. Mukhamad Misbakhun, S.E., M.H., menegaskan pentingnya peran subsidi negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat saat menggelar kegiatan serap aspirasi di Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jumat (1/5/2026).
Dalam acara yang dihadiri beberapa tokoh masyarakat Grati, Misbakhun menyoroti bagaimana kebijakan subsidi menjadi instrumen utama negara dalam meredam dampak gejolak ekonomi global terhadap masyarakat.
“Dalam situasi global yang tidak menentu, termasuk dampak konflik internasional terhadap harga energi, negara hadir melalui kebijakan subsidi untuk melindungi masyarakat,” ujar Misbakhun.
Ia menjelaskan, pemerintah tetap mempertahankan harga energi bersubsidi seperti BBM jenis tertentu dan LPG 3 kilogram agar tetap terjangkau, meskipun harga energi dunia mengalami kenaikan signifikan. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.
“Subsidi bukan sekadar kebijakan ekonomi, tetapi bentuk nyata keberpihakan negara agar masyarakat tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga,” jelasnya.
Sebagai Ketua Komisi XI yang membidangi keuangan negara, Misbakhun juga menekankan bahwa kebijakan subsidi merupakan bagian dari strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, alokasi subsidi yang mencapai ratusan triliun rupiah menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan sosial.
Selain subsidi energi, ia juga menguraikan berbagai bentuk intervensi negara lainnya, seperti bantuan sosial, subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pembiayaan sektor pendidikan dan kesehatan yang turut menopang stabilitas ekonomi masyarakat.
“Ketika daya beli masyarakat terjaga, maka roda ekonomi di tingkat bawah tetap bergerak. Inilah yang menjadi fondasi penting stabilitas ekonomi nasional,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Misbakhun juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan di media sosial terkait kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah.
Kegiatan serap aspirasi ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam memastikan bahwa kebijakan ekonomi, khususnya terkait subsidi dan perlindungan sosial, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah.(*)
Penulis : Saiful
Editor : Red







