Sebut Sekda Kena “Tsunami” Mutasi, Wagub LIRA Jatim Desak KPK Usut Dugaan Transaksional di Pemkot Pasuruan

- Jurnalis

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar Ilustrasi

i

Gambar Ilustrasi

KOTA PASURUAN, realitapublik.id — Perombakan besar-besaran 138 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan memicu gejolak hebat. Wakil Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur, Ayi Suhaya, S.H., melontarkan kritik pedas dan menyebut adanya keganjilan sistemik di balik pencopotan mendadak Sekretaris Daerah (Sekda) Rudiyanto, Jumat (01/05/2026).

 

Ayi menggunakan istilah “Tsunami Mutasi” untuk menggambarkan drastisnya pergeseran jabatan tersebut, terutama posisi Sekda yang kini “dibuang” menjadi Staf Ahli setelah lima tahun menjabat sebagai panglima tertinggi ASN.

 

Dalam konferensi persnya, Ayi mempertanyakan motif asli di balik pelengseran Rudiyanto. Ia mengibaratkan Sekda sebagai “koki” utama di dapur pemerintahan yang bertugas meracik kebijakan sesuai visi kepala daerah.

Baca Juga :  Pemkab Tubaba Gelar LCT SD-SMP, Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

 

“Masyarakat bertanya-tanya, ada apa? Apakah koki ini sudah tidak bisa lagi menyajikan hidangan lezat untuk Wali Kota? Ataukah ada masalah loyalitas yang retak? Spekulasi berkembang luas, apakah ini murni kebutuhan organisasi atau justru sebuah hukuman (punishment) yang dipaksakan,” ujar Ayi Suhaya.

 

Wagub LIRA Jatim ini juga mencium aroma tidak sedap dalam pengisian jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia menduga adanya praktik transaksional yang mengabaikan rekam jejak (track record) serta kompetensi ASN demi kepentingan golongan tertentu.

 

Ada empat poin utama yang menjadi keberatan Wagub LIRA Jatim:

1. Standar Kepangkatan: Menyoroti adanya pejabat yang diduga belum memenuhi standar pangkat namun sudah didudukkan sebagai kepala dinas.

Baca Juga :  Terpilih Aklamasi, Putra Jaya Umar Siap Kembalikan Kejayaan Golkar di Tubaba

2. Faktor Like and Dislike: Menengarai mutasi dilakukan berdasarkan titipan kroni, bukan prestasi kerja.

3. Kualitas Birokrasi: Menilai praktik “nepotisme jabatan” sangat berbahaya bagi keberlangsungan pelayanan publik di Kota Pasuruan.

4. Risiko Lumpuh Anggaran: Jabatan strategis yang diisi Plt dianggap akan menghambat akselerasi pembangunan.

 

Kritik Ayi juga menyasar pada kekosongan posisi Sekda definitif yang kini hanya diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt). Ia mengaitkan hal ini dengan rendahnya penyerapan anggaran tahun sebelumnya yang menyisakan SILPA sebesar Rp95,37 miliar.

 

“Sekda adalah Ketua Panggar (Panitia Anggaran). Jika posisi ini dibiarkan kosong atau hanya diisi Plt, kewenangan dan kinerjanya tidak akan maksimal. Bagaimana anggaran puluhan miliar bisa terserap untuk rakyat jika ‘nakhodanya’ tidak definitif? Ini jelas merugikan pembangunan Kota Pasuruan,” tegasnya.

Baca Juga :  Sambut Wajib Halal 2026, Pemkab Tubaba Siapkan P3H di Tiap Tiyuh dan Sertifikasi Dapur MBG

 

Menutup pernyataannya, Ayi Suhaya secara terbuka meminta Aparat Penegak Hukum (APH), mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk mengaudit dan mengusut tuntas proses mutasi massal tersebut.

 

“KPK wajib menelusuri ini. Jangan sampai jabatan lahir dari transaksional. Jika kursi jabatan ‘dibeli’, pejabat tersebut hanya akan fokus mengembalikan modalnya melalui cara-cara korupsi. Kami minta APH memberikan atensi penuh terhadap ‘Tsunami Mutasi’ ini,” pungkas Ayi.

 

Pernyataan keras ini menjadi alarm bagi Pemerintah Kota Pasuruan bahwa publik melalui elemen sipil akan mengawal ketat setiap langkah dan kebijakan para pejabat yang baru dilantik.

Penulis : Red

Berita Terkait

Targetkan Dua Kursi, Arnando Ferdiasyah Lantik Pengurus Golkar Kotabumi dan Kotabumi Utara
Terpilih Aklamasi, Putra Jaya Umar Siap Kembalikan Kejayaan Golkar di Tubaba
Sambut Wajib Halal 2026, Pemkab Tubaba Siapkan P3H di Tiap Tiyuh dan Sertifikasi Dapur MBG
H. Putra Jaya Umar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPD Golkar Tubaba dalam Musda IV di Ponpes Assalam
Pemkab Tubaba Gelar LCT SD-SMP, Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas
Akselerasi Kinerja, Rotasi dan Mutasi 138 Pejabat Pemkot Pasuruan
Putra Jaya Umar Melenggang Menjadi Calon Tunggal Ketua DPD II Golkar Tubaba
Putra Jaya Umar Sosialisasikan Ideologi Pancasila di Tirta Makmur: “Generasi Muda Harus Hafal dan Paham”
Berita ini 59 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 21:01 WIB

Targetkan Dua Kursi, Arnando Ferdiasyah Lantik Pengurus Golkar Kotabumi dan Kotabumi Utara

Rabu, 6 Mei 2026 - 16:19 WIB

Terpilih Aklamasi, Putra Jaya Umar Siap Kembalikan Kejayaan Golkar di Tubaba

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:24 WIB

Sambut Wajib Halal 2026, Pemkab Tubaba Siapkan P3H di Tiap Tiyuh dan Sertifikasi Dapur MBG

Minggu, 3 Mei 2026 - 20:52 WIB

H. Putra Jaya Umar Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPD Golkar Tubaba dalam Musda IV di Ponpes Assalam

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:30 WIB

Sebut Sekda Kena “Tsunami” Mutasi, Wagub LIRA Jatim Desak KPK Usut Dugaan Transaksional di Pemkot Pasuruan

Kamis, 30 April 2026 - 21:28 WIB

Pemkab Tubaba Gelar LCT SD-SMP, Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

Kamis, 30 April 2026 - 14:59 WIB

Akselerasi Kinerja, Rotasi dan Mutasi 138 Pejabat Pemkot Pasuruan

Senin, 27 April 2026 - 19:55 WIB

Putra Jaya Umar Melenggang Menjadi Calon Tunggal Ketua DPD II Golkar Tubaba

Berita Terbaru