LAMPUNG UTARA, realitapublik.id — Aksi heroik penyelamatan nyawa terjadi di aliran sungai Desa Sukoharjo, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara. Seorang pelajar yang dilaporkan tenggelam berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh warga bersama personel Polsek Abung Surakarta pada Minggu (10/05/2026) subuh.
Korban diidentifikasi bernama Ahmad Muhtar Rosidin (16), seorang pelajar yang merupakan warga Desa Bumi Jaya, Kecamatan Abung Timur.
Peristiwa ini terungkap bermula dari kecurigaan warga yang melintas di jembatan penghubung antara Desa Sukoharjo dan Desa Tata Karya sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Di lokasi tersebut, warga menemukan sebuah sepeda dan dompet yang tergeletak tanpa pemilik.
Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, temuan tersebut segera dilaporkan kepada anggota piket Polsek Abung Surakarta. Merespons laporan tersebut, personel kepolisian bersama masyarakat setempat langsung melakukan penyisiran intensif di sepanjang pinggiran aliran sungai di kegelapan malam.
Setelah pencarian yang melelahkan selama kurang lebih tiga jam, titik terang akhirnya muncul. Sekitar pukul 05.30 WIB, tim pencari mendengar suara rintihan minta tolong dari arah pinggir sungai.
Petugas dan warga segera menuju sumber suara dan menemukan korban dalam kondisi lemas. Korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke Klinik Pak Widodo di Desa Bumi Restu guna mendapatkan penanganan medis darurat.
Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, S.H., S.I.K., M.M., M.Si., melalui Kasi Humas IPTU Herawati, membenarkan keberhasilan evakuasi tersebut.
“Alhamdulillah, berkat sinergi anggota Polsek Abung Surakarta dan warga, korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis untuk pemulihan kondisinya,” ujar IPTU Herawati.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti bagaimana korban bisa terjatuh dan tenggelam ke sungai pada dini hari tersebut.
Polres Lampung Utara mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka.
“Kami meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama pada malam hari atau kondisi gelap, demi menghindari kejadian serupa yang dapat berakibat fatal,” pungkas IPTU Herawati. (*)
Penulis : Rody Sandra






