Wujudkan Layanan Inklusif, PMI Kota Semarang Resmikan Unit PMR di SLB BC Swadaya

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

SEMARANG, realitapublik.id — Upaya nyata dalam mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) terus digalakkan. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang resmi melantik Unit Palang Merah Remaja (PMR) di Sekolah Luar Biasa (SLB) BC Swadaya Semarang, Kamis (08/05/2026).

 

Ketua Bidang Organisasi PMI Kota Semarang, Endang Puji Astuti, mengungkapkan bahwa Unit PMR di SLB BC Swadaya ini merupakan unit pertama yang dibentuk di lingkungan SLB swasta se-Kota Semarang. Langkah ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan sejak dini tanpa memandang keterbatasan fisik maupun mental.

 

Pembentukan unit ini juga menjadi agenda penting dalam memperingati Bulan Kemanusiaan PMI Kota Semarang 2026 yang mengusung tema “Humanity for Elderly and People with Disabilities” (Kemanusiaan untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas).

Baca Juga :  BREAKING NEWS: UU KUHP Baru Dijerat ke Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Diduga Garong Dana MBG!

 

“Program PMR di SLB ternyata sangat dibutuhkan dan disambut antusias oleh para siswa. Meskipun terdapat tantangan dalam proses penyampaian materi, berkat kesabaran pelatih dan pendampingan guru, kendala tersebut berhasil diatasi dengan baik,” ujar Endang Puji Astuti.

 

Endang mengakui terdapat perbedaan signifikan dalam metode pelatihan antara sekolah umum dengan SLB. Proses transfer ilmu dilakukan secara lebih perlahan dan intensif agar materi benar-benar terserap oleh para siswa.

Baca Juga :  Pilkades PAW Sumberanyar: Riski Budi Hartono Usung Konsep Pembangunan Hulu-Hilir

 

Jika di sekolah umum satu materi bisa tuntas dalam satu jam pelajaran, di SLB prosesnya bisa memakan waktu satu hingga dua hari. Materi pun difokuskan pada kemampuan dasar pertolongan pertama bagi diri sendiri dan keluarga.

 

“Yang paling penting adalah mereka paham dasarnya. Bagaimana cara memberikan pertolongan pertama jika terjadi sesuatu pada diri sendiri maupun anggota keluarga di rumah,” tambahnya.

 

Kepala SLB BC Swadaya, Riska Fitriyani Rahmansyah, menyambut baik terobosan ini. Saat ini, sekolah tersebut membina 139 siswa dengan hambatan pendengaran dan berpikir. Ia berharap, kehadiran PMR menjadi ruang bagi siswa untuk membuktikan bahwa mereka memiliki jiwa sosial yang sama besarnya dengan siswa di sekolah umum.

Baca Juga :  Wakapolres Lampung Utara Kumpulkan Kanit Propam Bahas Narkoba

 

“Sekolah kami menjadi satu-satunya SLB swasta di Semarang yang memiliki PMR selain SLB Negeri. Kami berharap program ini dapat membantu menyetarakan posisi anak-anak berkebutuhan khusus serta meningkatkan rasa kemanusiaan mereka,” ungkap Riska.

 

Terobosan PMI Kota Semarang ini patut menjadi pilot project atau percontohan bagi daerah lain di Indonesia. Inisiatif ini membuktikan bahwa semangat kemanusiaan bersifat universal dan harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Camat Abung Semuli: Penanganan Stunting di Gunung Keramat Butuh Komitmen Terpadu
LSM KAMPUD Beberkan Rincian Dana BOS SMKN 1 TBT 2024–2025 yang Dinilai Tak Wajar
Hasil Ungkap 5 Kasus, Polres PALI Musnahkan Barang Bukti Ratusan Gram Narkotika 
Setujui Raperda APBD 2025, Fraksi Demokrat Tubaba Beri Catatan Soal Deviasi Anggaran
Bantuan Pangan di Desa Malungun Ratu: 224 KPM
Ternyata Ini, PLTU Bermasalah Penyebab Listrik Mati Bergilir di Jawa
Bupati Lucky Hakim Tinjau Proyek Pengecoran Jalan di Indramayu, Tegaskan Tak Kompromi Soal Kualitas 
Warga Pelosok Campoan Situbondo Segera Nikmati Jembatan Garuda Merah Putih
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:34 WIB

Camat Abung Semuli: Penanganan Stunting di Gunung Keramat Butuh Komitmen Terpadu

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:08 WIB

LSM KAMPUD Beberkan Rincian Dana BOS SMKN 1 TBT 2024–2025 yang Dinilai Tak Wajar

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:43 WIB

Hasil Ungkap 5 Kasus, Polres PALI Musnahkan Barang Bukti Ratusan Gram Narkotika 

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:44 WIB

Setujui Raperda APBD 2025, Fraksi Demokrat Tubaba Beri Catatan Soal Deviasi Anggaran

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:02 WIB

Bantuan Pangan di Desa Malungun Ratu: 224 KPM

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:35 WIB

Ternyata Ini, PLTU Bermasalah Penyebab Listrik Mati Bergilir di Jawa

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:03 WIB

Bupati Lucky Hakim Tinjau Proyek Pengecoran Jalan di Indramayu, Tegaskan Tak Kompromi Soal Kualitas 

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:36 WIB

Warga Pelosok Campoan Situbondo Segera Nikmati Jembatan Garuda Merah Putih

Berita Terbaru