PALI, realitapublik.id – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatat tren positif dalam realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 31 Mei 2026. Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten PALI, total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp32.186.226.007, atau tumbuh sebesar 17,12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Akselerasi pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja positif sejumlah sektor pendapatan. Pajak Daerah menyumbang Rp14.160.609.811 atau naik 21,84 persen, disusul Retribusi Daerah sebesar Rp1.186.688.136 atau meningkat 1,12 persen.
Selain itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencatat pertumbuhan signifikan hingga 100 persen dengan nilai Rp1.743.489.874, sementara sektor lain-lain PAD yang sah berkontribusi sebesar Rp15.095.438.186 atau naik 11,73 persen.
Bupati PALI, Asgianto, S.T., mengapresiasi capaian ini dan menyebutnya sebagai buah dari kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan pendapatan, sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat serta pelaku usaha.
“Alhamdulillah, hingga akhir Mei 2026 realisasi PAD Kabupaten PALI menunjukkan tren yang sangat positif. Peningkatan ini menjadi indikator bahwa program optimalisasi pendapatan daerah berjalan dengan baik. Kami akan terus memperkuat tata kelola pendapatan yang transparan dan akuntabel guna mendukung percepatan pembangunan daerah,” ujar Asgianto.
Bupati menegaskan, penguatan struktur PAD ini menjadi modal krusial bagi pemerintah daerah dalam membiayai berbagai program prioritas, mulai dari percepatan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga program kesejahteraan masyarakat.
Senada, Kepala Bapenda Kabupaten PALI, Dr. Aryansyah, S.T., M.T., menjelaskan bahwa capaian ini tidak lepas dari implementasi berbagai langkah strategis di lapangan, terutama dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan menggali potensi pendapatan baru.
“Kami konsisten melakukan pembinaan, pemutakhiran data, serta pengawasan terhadap sumber-sumber pendapatan daerah. Pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan koordinasi lintas perangkat daerah juga menjadi kunci utama dalam mendorong realisasi PAD tahun ini,” ungkap Aryansyah.
Pihaknya optimistis dapat menjaga ritme pertumbuhan ini agar target PAD yang dicanangkan untuk sepanjang tahun anggaran 2026 dapat tercapai, atau bahkan melampaui target.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk terus mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhan pemenuhan kewajiban pajak dan retribusi. Setiap rupiah yang dikontribusikan akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk fasilitas dan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya. (*)
Penulis : Lidian Heri
Editor : Red






