Pasca-Iduladha: Harga Sapi Stabil, Pasar Seninan Besuki Tetap Jadi Episentrum

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Seninan Besuki, Situbondo, Jawa Timur. (Photo: realitapublik.id/kim)

i

Pasar Seninan Besuki, Situbondo, Jawa Timur. (Photo: realitapublik.id/kim)

SITUBONDO, realitapublik.id – Harga sapi di Pasar Hewan Seninan Besuki, Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo berangsur kembali ke kasta normal pasca-Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Penurunan ini terjadi seiring kembali normalnya permintaan pasar dan pasokan dari para peternak lokal.

Koordinator Pasar Hewan Seninan Besuki, Willy, menjelaskan bahwa harga sapi potong sempat melonjak sekitar 15 hingga 20 persen saat musim kurban lalu. Saat ini, harga komoditas tersebut sudah stabil di angka belasan hingga puluhan juta rupiah.

“Setelah naik tajam mendekati hari raya, pasca-Iduladha harga kembali stabil atau normal. Saat ini harga sapi potong rata-rata berada pada kisaran Rp15 juta hingga Rp35 juta per ekor, tergantung pada jenis dan bobotnya,” ujar Willy saat ditemui di lokasi pasar, Senin (22/6/2026).

Baca Juga :  Presiden Prabowo Subianto Resmi Lakukan Reshuffle Kabinet Merah Putih, 16 Pejabat Dilantik di Istana Negara  

Willy menambahkan, pasokan dari peternak lokal kini mulai menyesuaikan dengan permintaan harian Rumah Potong Hewan (RPH). Pada perdagangan hari ini, tercatat ada sekitar 500 ekor sapi yang dibawa pedagang ke pasar. Komposisinya terdiri dari 20 persen sapi pedet (anak sapi) dan 80 persen sisanya merupakan sapi induk, baik jantan maupun betina.

Kendati pasokan terjaga, aktivitas transaksi di pasar tersebut terpantau mulai melandai. “Pantauan kami pada hari ini, jumlah pembeli memang menurun jika dibandingkan dengan saat musim kurban,” imbuhnya.

Selain memantau stabilitas harga dan volume perdagangan, pihak pengelola juga memeriksa ketat kondisi kesehatan ternak yang masuk. Langkah ini penting mengingat Pasar Seninan pernah ditutup sementara akibat pandemi Covid-19 pada Maret 2020 dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada awal 2025 lalu.

Baca Juga :  Sidang Sengketa Tanah Kantor Kelurahan Bukir Kembali Ditunda

Berdasarkan hasil pemeriksaan harian, pengelola memastikan seluruh hewan ternak yang diperjualbelikan hari ini dalam kondisi sehat dan aman dari komplikasi penyakit menular.

“Tidak ditemukan sapi yang terjangkit PMK maupun Lumpy Skin Disease (LSD) atau Tolato. Pihak kami akan terus melakukan pengawasan kesehatan secara ketat di pasar hewan ini untuk mengantisipasi penularan penyakit tersebut,” pungkas Willy.

 

Episentrum Ternak Lintas Daerah

Pasar Hewan Seninan Besuki, atau yang kerap disebut warga lokal sebagai “Pasar Senninan”, dikelola langsung oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Situbondo. Pasar ini beroperasi khusus pada hari Senin dan menjadi salah satu dari tiga pilar pasar hewan utama di Situbondo, selain Pasar Hewan Kamisan di Asembagus dan Pasar Hewan Sabtoan di wilayah kota.

Baca Juga :  Ucapan Duka Mengalir atas Wafatnya KH Syukron Makmun, Media Realitapublik.id Turut Berbelasungkawa

Secara historis, Besuki merupakan wilayah penting di pesisir utara Jawa Timur yang dahulu berbatasan langsung dengan Kerajaan Blambangan. Berakar dari era kolonial, Pasar Seninan kini menjelma menjadi salah satu pasar hewan tertua sekaligus episentrum perdagangan di kawasan Tapal Kuda.

Tidak hanya melayani transaksi sapi dan kambing, pasar ini juga menjadi pusat perputaran komoditas lokal legendaris seperti tembakau Tambeng. Setiap pekan, pasar ini selalu dipadati ribuan pengunjung serta pedagang lintas daerah, mulai dari Bondowoso, Jember, hingga Bojonegoro. Pada momen puncak seperti menjelang Iduladha, volume transaksi di pasar ini bahkan mampu menampung hingga seribu seratus ekor sapi per pekannya.(*)

Penulis : Kim

Berita Terkait

Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 
Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses
Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu
Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS
Permudah Usulan Bansos, Pemkec Suboh Fasilitasi Layanan Portal Perlinsos di Mojodungkol
ASDP Utamakan Keselamatan, Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dilakukan
Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir
HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Rekapitulasi Pilkati Serentak TUBABA 2026, Berikut Daftar Kepalo Tiyuh Terpilih 

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Konflik Anggota DPRD Malang dan Pak Dur Berakhir Damai, Kasus Tetap Lanjut Berproses

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Selundupkan 5 Kg Ganja Lewat Ekspedisi, Petani Asal Pujon Ditangkap Polres Batu

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pilkati Serentak Tubaba 2026, Kapolres dan Forkopimda Tinjau Kesiapan Pengamanan TPS

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Permudah Usulan Bansos, Pemkec Suboh Fasilitasi Layanan Portal Perlinsos di Mojodungkol

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:30 WIB

ASDP Utamakan Keselamatan, Evakuasi Seluruh Penumpang dan Awak KMP Batumandi Berhasil Dilakukan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Pilkati Karta Tanjung Selamat Terancam Ricuh, Forkopimda Tubaba Disorot Tak Kunjung Hadir

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:16 WIB

HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial

Berita Terbaru