Gedung SMKN 1 TBT Tubaba Rusak, Alokasi Anggaran dan Dana BOS Miliaran Rupiah Dipertanyakan LSM KAMPUD

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulang Bawang Barat, realitapublik.id — Di balik status Akreditasi A yang disandang oleh SMKN 1 Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat, tersimpan potret memprihatinkan mengenai kondisi sarana pendidikan yang kini menuai sorotan tajam dari publik.

 

Berdasarkan pantauan di lingkungan sekolah, sejumlah fasilitas dan bangunan tampak mengalami kerusakan structural di berbagai bagian. Beberapa plafon ruang kelas terlihat bolong, rusak, bahkan beberapa lembaran plafon tampak menganga hingga memperlihatkan rangka atap yang sudah termakan usia.

 

Kondisi yang lebih mengkhawatirkan terlihat pada bagian atap bangunan. Sejumlah genteng dilaporkan hilang, sementara beberapa lainnya tampak bergeser dan menggantung. Situasi ini dinilai sangat berpotensi membahayakan keselamatan para siswa maupun tenaga pendidik, terutama apabila sewaktu-waktu terjadi hujan deras atau angin kencang.

 

Selain itu, cat tembok di sejumlah ruang kelas terlihat kusam, mengelupas, serta dipenuhi coretan vandalisme. Dinding yang seharusnya menunjang kenyamanan lingkungan belajar justru menampilkan kesan kurang terawat. Pemandangan kontras ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas pengelolaan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana yang selama ini dialokasikan ke sekolah tersebut.

 

LSM KAMPUD Minta Transparansi Anggaran

Sorotan tajam datang dari Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Aksi Masyarakat dan Pemuda untuk Demokrasi (DPD KAMPUD) Kabupaten Tulang Bawang Barat. Ketua DPD KAMPUD Tubaba, Suhendri, menegaskan bahwa kondisi fisik sekolah yang rusak parah tersebut sangat tidak sejalan dengan informasi adanya alokasi anggaran pemeliharaan fasilitas sekolah yang bernilai ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Polda Aceh Bongkar Jaringan Narkotika Modus Vape, 50 Ribu Ekstasi dan Sabu Disita

 

Menurut Suhendri, apabila anggaran tersebut direalisasikan sesuai peruntukannya secara berkala, kondisi bangunan sekolah semestinya terpelihara dengan baik dan memberikan kenyamanan penuh bagi peserta didik.

 

“Jangan sampai anggaran hanya habis di atas kertas, sementara kondisi gedung sekolah terlihat memprihatinkan. Ini harus menjadi perhatian serius pihak terkait,” ujar Suhendri, Kamis (25/6/2026).

 

Ia menambahkan bahwa fasilitas pendidikan merupakan komponen krusial dalam proses belajar mengajar, sehingga kerusakan bangunan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Lingkungan belajar yang tidak terawat berpotensi besar mengganggu psikologis dan kenyamanan siswa.

 

“Jangan sampai siswa belajar di ruang yang rusak sementara anggaran pemeliharaan terus berjalan. Jika memang ada dugaan penyimpangan, harus diusut secara terbuka dan tuntas,” tegasnya.

 

Berdasarkan data Kemendikdasmen, SMKN 1 Tulang Bawang Tengah merupakan sekolah negeri yang berlokasi di Tiyuh Pulung Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. DPD KAMPUD pun mendesak aparat pengawas internal pemerintah serta instansi berwenang untuk mengaudit seluruh penggunaan anggaran perawatan fasilitas di sekolah berakreditasi A tersebut.

 

Baca Juga :  Dapat Nomor Urut 2 di Pilkati Daya Sakti, Yessi Usman: Simbol Keteguhan dan Keikutsertaan Membangun Desa

Persoalan fisik gedung ini seakan memperpanjang rapor merah pengelolaan keuangan di SMKN 1 TBT. Sehari sebelumnya, Rabu (24/6/2026), DPD KAMPUD Tubaba juga menyatakan tengah membidik pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMKN 1 TBT untuk tahun anggaran 2024 dan 2025 yang totalnya mencapai Rp4,4 miliar.

 

Suhendri mengatakan pihaknya telah menghimpun berbagai data riwayat penggunaan dana BOS tersebut dan siap menyerahkan laporan resmi ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tubaba apabila tidak ada penjelasan yang transparan dari pihak manajemen sekolah.

 

“Dana yang dikelola sekolah tersebut nilainya sangat besar, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan berkala untuk memastikan penggunaannya sesuai ketentuan dan instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran pendidikan,” jelas Suhendri.

 

Berdasarkan data acuan yang dihimpun:

Tahun 2025: SMKN 1 TBT menerima Dana BOS sebesar Rp2.244.800.000 (untuk 1.403 siswa). Anggaran ini terserap paling besar untuk administrasi kegiatan sekolah sebesar Rp728.471.700, pembayaran honor guru Rp346.708.000, serta pemeliharaan sarana prasarana sebesar Rp324.571.200.

 

Tahun 2024: SMKN 1 TBT menerima Dana BOS sebesar Rp2.219.200.000 (untuk 1.387 siswa). Alokasi terbesar digunakan untuk pembayaran honor guru Rp608.682.000, administrasi kegiatan sekolah Rp599.872.000, serta pemeliharaan sarana prasarana sebesar Rp284.183.000.

 

Jika diakumulasikan selama dua tahun anggaran, total belanja administrasi sekolah membengkak hingga Rp1,32 miliar dan honor guru mencapai Rp955 juta. Kontras dengan hal itu, alokasi peningkatan mutu melalui pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan selama dua tahun justru sangat minim, yakni hanya sebesar Rp39,4 juta.

Baca Juga :  Kreator dan Jurnalis Keluhkan Jaringan Internet Hilang Saat Aksi di Depan Gedung DPR RI

 

Dugaan ketidakwajaran tata kelola dana ini diperkuat oleh minimnya keterbukaan informasi di internal sekolah. Pada April 2026 lalu, Kepala Tata Usaha (KTU) SMKN 1 TBT, Dayu Dahlia, sempat memberikan pernyataan mengejutkan kepada awak media bahwa dirinya sama sekali tidak dilibatkan dalam urusan anggaran keuangan.

 

“Seitz 2017 sampai 2026 saya tidak mengetahui siapa bendahara sekolah, dan terkait program-program kerja juga saya tidak mengetahuinya,” ungkap Dayu Dahlia saat itu.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak SMKN 1 Tulang Bawang Tengah masih memilih bungkam. Kepala SMKN 1 TBT, Titis Sungkowo, belum memberikan klarifikasi ataupun tanggapan resmi terkait sorotan kerusakan gedung maupun polemik pengelolaan Dana BOS miliaran rupiah tersebut.

 

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung maupun menghubungi nomor WhatsApp Kepala Sekolah di nomor 08xxxxxx0121, namun nomor tersebut berada dalam keadaan tidak aktif.

 

LSM KAMPUD menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas ke ranah hukum demi memastikan hak para generasi penerus untuk mendapatkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat dapat terpenuhi. (*)

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Kawal Aspirasi Warga Pekalongan Utara, Pejuang 24 Desak Perbaikan Jalan hingga Pembangunan Jembatan
Massa Aksi Demo Bertahan hingga Sore di Gedung DPR, Dinamika Lapangan Semakin Memanas
Aparatur Tiyuh Se-Tubaba Demo Tuntut Siltap 6 Bulan Tertunda, Ancam Mogok Kerja
Pimpinan DPR Berjanji Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Sebelum 15 Desember 2026
Kreator dan Jurnalis Keluhkan Jaringan Internet Hilang Saat Aksi di Depan Gedung DPR RI
Peringatan Maulid Nabi dan Wilujengan LP2BN Pasuruan di Makam Adipati Wiranegara
Memeriahkan HUT ke-4 Tiyuh Marga Asri, Pemerintah Tiyuh Gelar Sholawatan, Doa Bersama, dan Seni Kuda Lumping
Militansi Tanpa Batas! Rombongan MWC NU Jatibanteng Siap Hijaukan Muktamar ke-35 di Jombang
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Kawal Aspirasi Warga Pekalongan Utara, Pejuang 24 Desak Perbaikan Jalan hingga Pembangunan Jembatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:04 WIB

Massa Aksi Demo Bertahan hingga Sore di Gedung DPR, Dinamika Lapangan Semakin Memanas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Aparatur Tiyuh Se-Tubaba Demo Tuntut Siltap 6 Bulan Tertunda, Ancam Mogok Kerja

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Pimpinan DPR Berjanji Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Sah Sebelum 15 Desember 2026

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Kreator dan Jurnalis Keluhkan Jaringan Internet Hilang Saat Aksi di Depan Gedung DPR RI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Peringatan Maulid Nabi dan Wilujengan LP2BN Pasuruan di Makam Adipati Wiranegara

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Memeriahkan HUT ke-4 Tiyuh Marga Asri, Pemerintah Tiyuh Gelar Sholawatan, Doa Bersama, dan Seni Kuda Lumping

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Militansi Tanpa Batas! Rombongan MWC NU Jatibanteng Siap Hijaukan Muktamar ke-35 di Jombang

Berita Terbaru