Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman Siap Perkuat Perlindungan Lahan Sawah Melalui Perda RTRW

- Jurnalis

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PEKALONGAN realitapublik.id — Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, H. Sukirman, menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan lahan sawah produktif di wilayah Kabupaten Pekalongan. Langkah ini ditempuh melalui penguatan regulasi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta memperketat izin alih fungsi lahan.

 

Pernyataan tersebut disampaikan H. Sukirman usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Kamis (4/6/2026).

 

“Melalui momentum ini, kita bersama-sama berkomitmen bahwa sawah-sawah yang kita miliki di seluruh wilayah Kabupaten Pekalongan akan terus dipertahankan fungsinya. Ini adalah langkah konkret demi menjaga ketahanan pangan yang menjadi cita-cita Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tegas H. Sukirman.

Baca Juga :  Konflik Lahan Tambak dan Dugaan Intimidasi Senpi, Warga Kalianget Minta Perlindungan Polisi 

 

Untuk mengimplementasikan komitmen tersebut, H. Sukirman menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan akan mengambil langkah-langkah strategis dari hulu hingga hilir guna membendung laju konversi lahan.

 

Penguatan Regulasi Daerah: Memperbaiki dan memperkokoh struktur tata ruang melalui optimalisasi Perda RTRW serta kebijakan teknis turunannya.

Pengetatan Izin Operasional: Memperketat mekanisme perizinan bagi pengembang perumahan maupun industri agar tidak menabrak kawasan pertanian pangan berkelanjutan.

Sinergi Lintas Sektoral: Terus membangun koordinasi intensif dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) agar pengawasan di lapangan berjalan efektif dan objektif.

 

Rakor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tersebut menghadirkan pembicara utama Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan dan Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Siyus Windayana, serta dihadiri para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

Baca Juga :  Diperiksa 12 Jam, Pengasuh Padepokan Padang Ati Pekalongan Resmi Jadi Tersangka

 

Dalam arahannya, Gubernur Ahmad Luthfi menekankan bahwa sinkronisasi tata ruang antardaerah sudah masuk dalam fase krusial. Berdasarkan peta jalan RPJMD, Jawa Tengah mematok target swasembada pangan dengan proyeksi produksi beras mencapai hampir 9,7 juta ton, atau menyumbang 15,6% terhadap kebutuhan pangan nasional.

 

Namun, target tersebut menghadapi tantangan berat. Berdasarkan data evaluasi, Jawa Tengah kehilangan sekitar 17.114 hektare lahan produktif yang beralih fungsi sepanjang periode tahun 2024 hingga 2025.

 

“Luas lahan Provinsi Jawa Tengah adalah 3,34 juta hektare, dengan luas pertanian mencapai 1,5 juta hektare. Ini harus kita pertahankan sampai titik darah penghabisan. Salah satu kuncinya adalah mencegah alih fungsi lahan produktif,” kata Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Dugaan Penyelewengan Material, Warga Purun Timur Duduk Bareng PT Sriwijaya Perkasa Abadi

 

Selain fokus pada pangan, Pemprov Jateng juga berkomitmen memberikan karpet merah bagi masuknya investasi nasional. Selama ini, ketidakjelasan peta jalan (roadmap) tata ruang di tingkat kabupaten/kota sering memicu benturan di lapangan. Banyak investor atau pengembang gagal mengeksekusi proyek karena menabrak regulasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

 

Melalui diskusi terarah bersama Kementerian ATR/BPN ini, diharapkan lahir solusi berkeadilan (win-win solution). Sektor investasi dan industri di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Pekalongan, diharapkan tetap tumbuh subur tanpa harus mengorbankan sektor pertanian yang menjadi hajat hidup dan kebutuhan primer seluruh rakyat.

Penulis : Feri eka spt

Berita Terkait

Rumah Warga Banyuputih Situbondo Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp470 Juta
Akui Bunuh Istri di Jalan Pantura, Suami Bidan di Situbondo Ditetapkan sebagai Tersangka
Poros Tengah Soroti Target Rp20 Miliar Pajak MBLB Pasuruan, Endus Indikasi Kebocoran
DPMD Situbondo Catat 6 Desa Resmi Tak Gelar Pilkades PAW 2026, Salah Satunya Desa Blimbing
RSUD Besuki Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Meninggalnya Bidan Fia
Dihantam Gelombang Pasang dan Angin Kencang, 9 Perahu Nelayan di Jangkar Situbondo Tenggelam
Bidan Asal Bletok Ditemukan Tewas di Saluran Air Jalur Pantura Banyuglugur 
Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tubaba Gelar Bakti Kesehatan Serentak 
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:06 WIB

Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman Siap Perkuat Perlindungan Lahan Sawah Melalui Perda RTRW

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:20 WIB

Rumah Warga Banyuputih Situbondo Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp470 Juta

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:45 WIB

Akui Bunuh Istri di Jalan Pantura, Suami Bidan di Situbondo Ditetapkan sebagai Tersangka

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:19 WIB

Poros Tengah Soroti Target Rp20 Miliar Pajak MBLB Pasuruan, Endus Indikasi Kebocoran

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:58 WIB

DPMD Situbondo Catat 6 Desa Resmi Tak Gelar Pilkades PAW 2026, Salah Satunya Desa Blimbing

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:54 WIB

Dihantam Gelombang Pasang dan Angin Kencang, 9 Perahu Nelayan di Jangkar Situbondo Tenggelam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:56 WIB

Bidan Asal Bletok Ditemukan Tewas di Saluran Air Jalur Pantura Banyuglugur 

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:23 WIB

Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tubaba Gelar Bakti Kesehatan Serentak 

Berita Terbaru