LAMPUNG UTARA, realitapublik.id – Camat Abung Semuli, Ahmadi, S.STP., M.IP.., menegaskan bahwa penanganan anak kerdil akibat kurang gizi kronis tidak dapat bertumpu pada satu instansi saja. Diperlukan komitmen terpadu dari seluruh elemen di tingkat akar rumput.
“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama lintas sektor yang kuat, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga dukungan TNI-Polri di lapangan,” kata Ahmadi dalam acara Rembuk Stunting yang digelar Pemerintah Desa Gunung Keramat, Kecamatan Abung Semuli, Kabupaten Lampung Utara, di kantor desa setempat pada Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari strategi percepatan penurunan dan pencegahan tengkes (stunting) melalui sinergi lintas sektor ini, turut dihadiri Danramil 412-11/Abung Semuli, Lettu Cke Rudi Hartono.
Lettu Cke Rudi Hartono, menyatakan kesiapan jajarannya untuk melakukan pendampingan langsung di lapangan. Personel TNI siap membantu mengedukasi warga mengenai pentingnya pola hidup bersih dan pemenuhan gizi seimbang bagi anak.
“Kami berharap melalui rembuk stunting ini lahir langkah konkret yang tepat sasaran, sehingga angka kasus stunting di wilayah Abung Semuli dapat ditekan seminimal mungkin,” ujar Danramil.
Sementara itu, Kepala Desa Gunung Keramat, Kardi Widodo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan dukungan penuh dari unsur pimpinan kecamatan (Uspika) serta instansi kesehatan. Pihak desa berkomitmen mengoptimalkan hasil musyawarah ini ke dalam program kerja desa.
Dalam forum rembuk stunting yang dihadiri anggota Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak Puskesmas Abung Semuli, dan juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kepala dusun, ketua RT, serta para kader Posyandu dan Kader Pembangunan Manusia (KPM) ini disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya meliputi penguatan kapasitas kader kesehatan desa, intervensi pemenuhan gizi bagi keluarga tidak mampu, serta sinkronisasi data sasaran untuk mendeteksi dini keluarga yang berisiko stunting.(*)
Penulis : Rodi Sandra






