Peran Media dalam Mendorong Pembangunan

- Jurnalis

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

LAMPUNG realitapublik.id – Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya anggaran, megahnya infrastruktur, atau melejitnya angka pertumbuhan ekonomi. Di balik indikator fisik tersebut, terdapat satu elemen krusial yang kerap luput dari perhatian, kehadiran media yang independen, kritis, dan bertanggung jawab. Media bukan lagi sekadar penyampai informasi, melainkan pilar demokrasi yang memastikan roda pembangunan tetap berjalan di jalur yang benar.

 

Dalam sistem pemerintahan yang demokratis, media menjalankan fungsi kontrol sosial yang vital. Fungsi ini tidak dirancang untuk mencari-cari kesalahan atau menyudutkan pemerintah, melainkan sebagai mekanisme pengawasan publik. Tujuannya jelas: memastikan setiap kebijakan dijalankan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi penuh pada kemaslahatan masyarakat.

 

Kritik yang dilayangkan media sejatinya merupakan wujud kepedulian terhadap kualitas tata kelola pemerintahan. Ketika media menyoroti karut-marut pelayanan publik, keterlambatan proyek infrastruktur, atau indikasi penyimpangan anggaran, yang sedang diperjuangkan bukanlah kepentingan kelompok, melainkan hak konstitusional masyarakat untuk mendapatkan taraf kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Polres Lampung Utara Amankan Kepulangan Jamaah Haji Kloter 15 JKG

 

Di sisi lain, media juga mengemban peran sebagai perekat sosial. Informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi fondasi dalam membangun situasi wilayah yang kondusif. Di tengah derasnya arus dinamika sosial, media memikul tanggung jawab moral untuk menyajikan informasi yang mengedukasi, menangkal disinformasi, serta menjembatani dialog yang sehat antara pembuat kebijakan dan rakyat.

 

Pembangunan memang membutuhkan stabilitas. Namun, stabilitas yang sehat bukanlah yang lahir dari pembungkaman kritik, melainkan yang tumbuh dari keterbukaan, kepercayaan, dan komunikasi dua arah. Di sinilah media hadir sebagai jembatan yang menyalurkan aspirasi akar rumput ke meja kekuasaan.

Baca Juga :  Perkuat 5 Pilar Pendidikan Karakter, Disdikbud Tubaba: Guru Adalah Aktor Intelektual dan Teladan

 

Bagi pemerintah, pemberitaan media semestinya diposisikan sebagai ruang evaluasi, bukan ancaman. Setiap kritik profesional yang disampaikan adalah instrumen perbaikan diri, agar program pembangunan semakin tepat sasaran dan mutu pelayanan publik terus meningkat. Pemerintah yang terbuka terhadap kritik justru menunjukkan kedewasaan dan kematangan dalam mengemban amanah publik.

 

Hubungan ideal antara media dan pemerintah adalah kemitraan yang kritis. Media wajib menjaga independensinya, sementara pemerintah harus terus membuka ruang transparansi. Kendati berdiri di ranah yang berbeda, keduanya bermuara pada tujuan yang sama: menghadirkan pembangunan yang berkualitas dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

 

Pada akhirnya, pembangunan bukan sekadar urusan menggelar aspal, mendirikan jembatan, atau meresmikan gedung megah. Pembangunan hakiki adalah tentang merawat kepercayaan publik, memperkuat fondasi demokrasi, dan mewujudkan tata kelola yang bersih. Dalam proses panjang inilah media mengambil peran yang tak tergantikan, menjadi mata yang mengawasi, telinga yang menangkap keluh kesah rakyat, sekaligus suara lantang yang mengingatkan ketika arah pembangunan mulai melenceng.

Baca Juga :  Camat Bungatan, Yogie: Korupsi Ibarat Api yang Harus Dipadamkan Sejak Dini

 

Media yang profesional bukanlah rival pemerintah. Sebaliknya, media adalah mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan yang transparan, partisipatif, dan berkelanjutan. Ketika pemerintah, masyarakat, dan pers mampu bersinergi secara proporsional, pembangunan tidak hanya akan menghasilkan kemajuan fisik, tetapi juga melahirkan peradaban yang lebih demokratis, adil, dan bermartabat.

 

Oleh: Fahrozi

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Utara

 

Berita Terkait

Gelar Muscam Way Kenanga, DPD II Golkar Tubaba Targetkan Kemenangan Besar pada Pemilu Mendatang
Tokoh Masyarakat Lampung Utara Apresiasi Kinerja Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-80
Gelar Sosialisasi Ideologi Pancasila di Tubaba, Putra Jaya Umar Ajak Masyarakat Jaga Nilai Kebangsaan
Musdes Pilkades PAW Tuntas, Tiga Desa di Situbondo Bersiap Sambut Kepala Desa Baru 
Sabet Prestasi di Dua Kejurnas, 21 Prajurit Kodam XVIII/Kasuari Diganjar Penghargaan
Perkuat Keamanan Wilayah, Danrem 061/Suryakancana Resmikan Tiga Fasilitas Militer Baru di Bogor
Sidang Kasus Narkoba di PN Pekalongan Memanas, Pengacara Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Oknum Polisi
Polres PALI Tangkap Pengedar Sabu di Pasar Bhayangkara, 7 Paket Siap Edar Disita
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:01 WIB

Gelar Muscam Way Kenanga, DPD II Golkar Tubaba Targetkan Kemenangan Besar pada Pemilu Mendatang

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:54 WIB

Tokoh Masyarakat Lampung Utara Apresiasi Kinerja Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-80

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:51 WIB

Peran Media dalam Mendorong Pembangunan

Minggu, 28 Juni 2026 - 07:43 WIB

Gelar Sosialisasi Ideologi Pancasila di Tubaba, Putra Jaya Umar Ajak Masyarakat Jaga Nilai Kebangsaan

Sabtu, 27 Juni 2026 - 19:06 WIB

Musdes Pilkades PAW Tuntas, Tiga Desa di Situbondo Bersiap Sambut Kepala Desa Baru 

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:56 WIB

Sabet Prestasi di Dua Kejurnas, 21 Prajurit Kodam XVIII/Kasuari Diganjar Penghargaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 17:35 WIB

Perkuat Keamanan Wilayah, Danrem 061/Suryakancana Resmikan Tiga Fasilitas Militer Baru di Bogor

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:50 WIB

Sidang Kasus Narkoba di PN Pekalongan Memanas, Pengacara Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Oknum Polisi

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

Peran Media dalam Mendorong Pembangunan

Minggu, 28 Jun 2026 - 07:51 WIB