Ketegangan Oknum Media dan Institusi Publik Picu Keprihatinan, Sinergitas Pers Perlu Dijaga

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

PASURUAN realitapublik.id – Hubungan kemitraan antara media massa, institusi publik, dan aparat penegak hukum kini tengah mendapat sorotan. Hal ini dipicu oleh keresahan sejumlah pihak terkait munculnya tindakan oknum jurnalis baru yang dinilai mengabaikan kode etik profesi dan berpotensi merusak pola sinergitas yang telah lama terbangun.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum jurnalis tersebut disinyalir kerap menunjukkan sikap konfrontatif yang memicu polemik di lapangan. Langkah tersebut dinilai melampaui batas fungsi kontrol sosial pers yang semestinya mengedepankan asas keberimbangan.

Baca Juga :  Pembauran Kebangsaan dan Kooptasi Aktivis

 

Dampak dari ketegangan ini mulai memengaruhi ranah kemitraan strategis, khususnya dengan institusi kepolisian dan kejaksaan. Selain sering menjadi sasaran kritik sepihak, dugaan pelanggaran prosedur skala kecil juga kerap dilaporkan secara berjenjang hingga ke tingkat Kapolda, Mabes Polri, hingga Ombudsman RI.

 

“Sinergitas media kini terancam terganggu akibat ego personal dari pihak yang kurang memahami esensi kode etik serta semangat kebersamaan dalam profesi,” ujar salah satu jurnalis senior. Rabu (15/7/26)

Baca Juga :  Pembauran Kebangsaan dan Kooptasi Aktivis

 

Tidak hanya menyasar institusi publik, ketegangan ini dikabarkan telah merembet ke sesama rekan sejawat. Gesekan personal antarjurnalis diduga kerap dijadikan komoditas pemberitaan yang mencederai prinsip saling menghormati antar pewarta. Bahkan, muncul tudingan adanya unggahan di media sosial yang berpotensi melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Baca Juga :  Pembauran Kebangsaan dan Kooptasi Aktivis

 

Menanggapi situasi yang kian tidak kondusif, muncul desakan kuat dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas pers agar diambil tindakan nyata. Dewan Pers dan aparat penegak hukum diharapkan dapat bergerak cepat untuk melakukan evaluasi serta langkah terukur jika ditemukan bukti pelanggaran hukum positif.

 

Langkah tegas ini dinilai krusial demi menjaga marwah institusi pers, mengembalikan fungsi jurnalistik yang profesional, serta memastikan iklim kemitraan di wilayah tetap kondusif.

Penulis : Red

Berita Terkait

Pembauran Kebangsaan dan Kooptasi Aktivis
Sehari Pascacopot, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung!
Menelusuri Silsilah Tumenggung Aryo Tedjo: Ulama Asal Mesir, Bupati Tuban, hingga Leluhur Walisongo
Berbicara Sebagai Komprador Untuk Mengekspresikan Diri  
Cita-cita Reformasi Kandas Rakyat Indonesia Semakin Tertindas
Sikap dan Framing Negatif atas Pesantren: Sebagai Simbol Pendidikan Karakter Dunia Pendidikan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:11 WIB

Ketegangan Oknum Media dan Institusi Publik Picu Keprihatinan, Sinergitas Pers Perlu Dijaga

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:21 WIB

Pembauran Kebangsaan dan Kooptasi Aktivis

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:09 WIB

Sehari Pascacopot, Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung!

Senin, 1 Juni 2026 - 09:19 WIB

Menelusuri Silsilah Tumenggung Aryo Tedjo: Ulama Asal Mesir, Bupati Tuban, hingga Leluhur Walisongo

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:00 WIB

Berbicara Sebagai Komprador Untuk Mengekspresikan Diri  

Senin, 1 Desember 2025 - 22:21 WIB

Cita-cita Reformasi Kandas Rakyat Indonesia Semakin Tertindas

Kamis, 16 Oktober 2025 - 08:45 WIB

Sikap dan Framing Negatif atas Pesantren: Sebagai Simbol Pendidikan Karakter Dunia Pendidikan

Berita Terbaru