SURABAYA – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan bahwa majunya KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin sebagai kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bukan didasari oleh ambisi pribadi. Majunya pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng tersebut ditegaskan sebagai mandat mutlak hasil pleno organisasi.
Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Abdul Matin Djawahir, mengungkapkan bahwa pencalonan untuk Muktamar ke-35 NU ini lahir dari serangkaian rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, bukan atas pengajuan diri dari Gus Kikin.
“Ini murni kehendak PWNU Jawa Timur, bukan kehendak pribadi maupun intervensi pihak lain. Kami yang mengajak beliau berdiskusi dan alhamdulillah beliau menyatakan kesiapannya setelah melalui pembahasan matang,” ujar Kiai Matin dalam konferensi pers di Kantor PWNU Jatim, Selasa (21/7/2026).
Pihak PWNU Jatim menggarisbawahi bahwa penugasan ini divalidasi setelah melalui dua hingga tiga kali rapat harian internal, termasuk pembentukan tim kecil guna mematangkan peta pencalonan sebelum akhirnya disepakati secara bulat oleh struktur wilayah.(*)






