BANDAR LAMPUNG, realitapublik.id — Kontingen Mighul Lappung Utaro sukses menyabet Penghargaan Anugerah Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung dalam ajang Lampung Tapis Karnaval yang digelar di Bandar Lampung, Minggu (30/8/2026).
Pencapaian luar biasa ini tak lepas dari semangat, kegigihan, serta kekompakan yang ditunjukkan oleh seluruh peserta Mighul Lappung Utaro selama jalannya rangkaian acara.
Keberhasilan tersebut juga berkat dukungan penuh dari Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Mighrul Lappung Bersatu, Ir. Dwita Ria Gunadi, M.Ikom., bergelar Ibuan Migo. Sebagai bentuk motivasi dan apresiasi, Dwita Ria menyempatkan diri menjamu seluruh peserta Mighrul Lappung Utara dalam acara makan malam bersama di Lembah Batu Heritage pada malam sebelum pelaksanaan karnaval.
Selain itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Mighrul Lappung Bersatu Kabupaten Lampung Utara, Hj. Liana Sari, S.Pd., M.Pd., bergelar Pangeran Ngatur Migo, turut memberikan pengarahan serta bimbingan langsung agar para peserta dapat tampil maksimal dan sukses mengikuti jalannya pawai.
Penghargaan Anugerah Terbaik diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, di Lapangan Saburai, Bandar Lampung.
Dalam parade Lampung Tapis Karnaval tersebut, seluruh peserta Mighrul Lappung Utaro tampil memikat dengan mengenakan Pakaian Mighrul khas, berupa Kebaya Merah, Kain Tapis, dan Angarh yang mempertegas keanggunan budaya Lampung. Dengan balutan busana adat tersebut, para peserta berjalan kaki menempuh rute karnaval sejauh 4 kilometer hingga garis finis dengan penuh semangat dan keceriaan.
Melalui kemenangan ini, seluruh jajaran Mighrul Lappung Utaro diharapkan dapat terus menjaga kekompakan dan antusiasme dalam mengikuti agenda-agenda kebudayaan mendatang. Selain sebagai ajang prestasi, momentum ini menjadi sarana efektif untuk melestarikan kekayaan budaya Lampung kepada masyarakat luas sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif dan pariwisata daerah. (*)






