LAMPUNG SELATAN – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali melonjak. Pada Minggu (18/10/2026) siang, gunung api aktif tersebut dilaporkan mengalami erupsi sebanyak tiga kali secara beruntun.
Berdasarkan data resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung, tinggi kolom abu vulkanik pekat berwarna kelabu hingga kehitaman teramati mencapai 500 meter di atas puncak kawah, atau sekitar 657 meter di atas permukaan laut.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau ditetapkan bertahan pada Status Level III (Siaga).
Melalui rilis resminya yang diterima media, BPBD) Provinsi Lampung juga mengonfirmasi adanya lonjakan aktivitas tersebut dan menegaskan bahwa tim di lapangan terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam. Otoritas kebencanaan mengeluarkan larangan keras bagi para nelayan, wisatawan, maupun masyarakat pesisir untuk mendekati area kawah.
BPBD mengimbau masyarakat untuk ketat mematuhi radius aman sejauh 5 kilometer dari pusat aktivitas guna menghindari potensi bahaya lontaran material pijar serta paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu pernapasan.
“Masyarakat dan pengunjung diminta mematuhi rekomendasi keselamatan,” sebut BPBD
Selain itu, warga pesisir diminta untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta tidak mudah terpancing oleh isu-isu atau berita hoaks yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.(*)






