PASURUAN realitapublik.id – Penggerak Pembina Generus (PPG) Kota Pasuruan menggelar talk show edukatif tentang bahaya game online bagi Generasi Penerus (Generus), Sabtu (7/11/2026). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ferara Anja, S.H. dan Bagus Tri Kurniawan, yang merupakan pengurus PPG Kota Pasuruan.
Dalam pemaparannya, Ferara Anja, S.H. menjelaskan bahwa game online merupakan permainan digital yang dimainkan melalui jaringan internet. Menurutnya, bermain game tidak selalu berdampak negatif selama penggunaannya dapat dikontrol. Namun, ketika anak mulai kecanduan, hal tersebut dapat mengganggu waktu belajar, ibadah, interaksi sosial, hingga perkembangan perilakunya.
Ia juga mengingatkan adanya potensi keterkaitan tiga ekosistem digital yang perlu diwaspadai, yakni game online, pinjaman online (pinjol), dan judi online (judol). Kebiasaan bermain game secara berlebihan dapat memunculkan keinginan melakukan top up untuk membeli skin atau hero. Ketika tidak memiliki uang, seseorang berisiko mencari pinjaman online hingga berpotensi terjerumus dalam praktik judi online.
“Orang tua harus hadir dalam kehidupan anak-anaknya. Jangan hanya memberikan fasilitas handphone dan akses internet, tetapi juga harus mengetahui apa yang dimainkan dan ditonton anak. Pendampingan, komunikasi, serta pengawasan sangat penting agar anak mampu menggunakan teknologi secara bijak,” pesan Ferara.
Sementara itu, Bagus Tri Kurniawan turut menekankan pentingnya edukasi sejak dini mengenai penggunaan teknologi. Menurutnya, anak-anak perlu diarahkan agar mampu membagi waktu antara bermain, belajar, beribadah, dan menjalankan aktivitas positif lainnya. Peran keluarga dan lingkungan sangat dibutuhkan untuk membangun kebiasaan digital yang sehat.
Ketua PPG Kota Pasuruan, Rahrdi Joko Suparno, menyambut positif terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap talk show ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan kepedulian orang tua dalam mendampingi Generasi Penerus menghadapi perkembangan teknologi.
Melalui kegiatan ini, PPG Kota Pasuruan berupaya melakukan langkah preventif agar Generus tidak terjerumus dalam dampak negatif dunia digital. Game online bukan berarti harus dilarang sepenuhnya, tetapi perlu dikontrol dan diarahkan dengan baik sehingga teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk mendukung masa depan generasi muda.
Penulis : Alendi






