Komnas PPA dan DPRD Pasuruan Komitmen Tangani Kasus Pelecehan Seksual Anak, Tekankan Proses Hukum Adil dan Transparan

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PASURUAN realitapublik.id – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PPA) Jawa Timur mengadakan audiensi dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan untuk membahas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Dusun Ngaroh, Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Rabu (23/7/2025)

Audiensi dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, DP3AP2KB Kabupaten Pasuruan, Dinas Sosial, UPT PPA, dan Komnas PPA Jawa Timur, agar ditemukan solusi komprehensif untuk mencegah kekerasan anak dan melindungi hak-hak anak di Kabupaten Pasuruan.

Dimana sebelumnya, kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dialami oleh inisial Bunga (14) di Kabupaten Pasuruan diduga terjadi berulang kali sejak awal tahun 2025 diantara 9 pelaku, yang aat ini, 7 pelaku telah diamankan oleh Polres Pasuruan dan 2 pelaku lainnya masih dalam pencarian. Kasus ini menjadi perhatian serius karena di antara 7 pelaku termasuk ayah kandung dan terdapat 2 orang lanjut usia sekitar 65 tahun dan 75 tahun yang tidak ditahan namun diwajibkan untuk melapor.

Baca Juga :  Diterpa Isu Terima Uang Proyek PJU Desa Selomukti, Ustadz Hamidi Bantah Tegas dan Siap Lapor Polisi

Daniel, Divisi hukum Komnas PPA Jawa Timur menyatakan, untuk mengawal kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur ini hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi pelaku, tanpa memandang usia atau status. Proses hukum yang adil dan efektif diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kasus serupa di masa depan.

Baca Juga :  Diduga Tak Berizin dan Bahayakan Publik, AMKI Desak Satpol PP Angkut Videotron PT Netlink World Indonesia

“Kita tidak memandang bulu, siapapun baik itu orang tua, remaja harus ditangkap dan diproses hukum tidak ada perkecualian. Jangan hanya pelaku yang umur sudah tua tidak diproses hukum. Biar ada efek jera, matipun di penjara itu tidak apa apa,” tegasnya.

Komisi 4 DRPD saat audensi di ruang pertemuan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan (foto: Saichu realitapublik.id)

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Pasuruan, Andre Wahyudi, menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Pasuruan hingga tuntas.

Baca Juga :  Bawaslu Situbondo: Pilihan di TPS Cuma Sekian Menit, Tapi Tentukan Nasib Bangsa 5 Tahun

“Atas kepedulian kami merasa berterima kasih kepada Dinas Sosial dan UPT PPA Kabupaten Pasuruan, yang mengawal kasus ini, dan memasukkan korban di Pondok Pesantren, Juga Komnas PPA Jawa Timur yang telah mengawal korban sampai tuntas,” ucapnya.

Ia berharap pihak kepolisian untuk transparan dalam mengungkap kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur ini. Dengan proses hukum yang adil dan transparan terhadap 7 orang yang terlibat, diharapkan dapat menghindari asumsi negatif dari masyarakat dan warga setempat.

Penulis : Saichu

Editor : Red

Berita Terkait

Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito
Bentengi Diri dari Korupsi, Pejabat Struktural Kecamatan Suboh Ikuti Program PADI KPK
Bentrokan Pemuda PN dan KS Berakhir Damai di Polres Pasuruan Kota
Sebulan Kepergian Arwansyah, Keluarga Apresiasi Pemerintah Kawal Pemulangan Jenazah dari Taiwan
Intaian Polisi Berbuah Manis, Polres Tubaba Cegat Innova Bermuatan Ribuan Rokok Ilegal, Pemilik Toko Bangunan Diciduk
Merasa Dirugikan Pemberitaan Sepihak, Pemilik Tambang Sebalong Siapkan Langkah Hukum
Unjuk Rasa di Balai Kota Malang Diwarnai Ancaman Molotov, 12 Orang Ditetapkan Tersangka dan Positif Narkoba
Layanan PBG Dinilai Mangkrak, Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan Agendakan Aksi Unjuk Rasa
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:22 WIB

Mengabdi untuk Pendidikan dan Bangsa, Ini Rekam Jejak Panjang Prof. Warsito

Minggu, 1 November 2026 - 19:00 WIB

Bentrokan Pemuda PN dan KS Berakhir Damai di Polres Pasuruan Kota

Minggu, 1 November 2026 - 15:24 WIB

Sebulan Kepergian Arwansyah, Keluarga Apresiasi Pemerintah Kawal Pemulangan Jenazah dari Taiwan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Intaian Polisi Berbuah Manis, Polres Tubaba Cegat Innova Bermuatan Ribuan Rokok Ilegal, Pemilik Toko Bangunan Diciduk

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Merasa Dirugikan Pemberitaan Sepihak, Pemilik Tambang Sebalong Siapkan Langkah Hukum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Unjuk Rasa di Balai Kota Malang Diwarnai Ancaman Molotov, 12 Orang Ditetapkan Tersangka dan Positif Narkoba

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Layanan PBG Dinilai Mangkrak, Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan Agendakan Aksi Unjuk Rasa

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Bawaslu Situbondo: Pilihan di TPS Cuma Sekian Menit, Tapi Tentukan Nasib Bangsa 5 Tahun

Berita Terbaru