Jarnas.Indo Desak Presiden Copot Kapolri, Soroti Isu Kerakyatan

- Jurnalis

Minggu, 31 Agustus 2025 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG realitapublik.id – Jaringan Nasional Indonesia (Jarnas.Indo) mengeluarkan pernyataan sikap tegas menyusul tragedi tewasnya pengemudi ojek online dalam demonstrasi di depan DPR. Organisasi ini juga mengkritik rencana kenaikan gaji anggota DPR RI, menilai bahwa kebijakan pemerintah dan elite politik telah melukai rasa keadilan rakyat di tengah kesulitan ekonomi.

 

Dewan Pembina Jarnas.Indo, Denu Kurniawan, menyampaikan bahwa kondisi fiskal negara saat ini sedang berat, ditandai dengan defisit APBN 2025 yang mencapai lebih dari Rp500 triliun.

 

“Ironisnya, di tengah kondisi ini, pemerintah justru menambah pos belanja birokrasi dan gaji pejabat negara. Padahal, rakyat masih bergelut dengan kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Baca Juga :  Digerebek di Gudang, Empat Komplotan Pengedar Sabu di PALI Diringkus Polisi

 

Jarnas.Indo juga menyoroti data statistik yang menunjukkan tingkat kemiskinan nasional 9,3 persen (sekitar 26 juta jiwa) dan pengangguran terbuka 5,8 persen (sekitar 8,3 juta orang). Di sisi lain, harga kebutuhan pokok naik rata-rata 7–10 persen per tahun, yang semakin menekan daya beli masyarakat.

 

Sekretaris Jenderal Jarnas.Indo, Micheal Oncom, menambahkan bahwa kenaikan tarif Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga membebani pekerja. “Tarif K3 yang tinggi ini pada akhirnya dibebankan kepada buruh, mempertegas jurang empati dalam kebijakan publik,” katanya.

Baca Juga :  Dua Kecamatan di Lampung Utara Akhirnya Diguyur Hujan Deras, Redakan Suhu Panas dan Debu Vulkanik

Secara keseluruhan, Jarnas.Indo mengajukan enam poin tuntutan utama:

Mendesak Presiden RI segera mencopot Kapolri karena dianggap gagal menjaga keamanan dan membiarkan tindakan represif terhadap rakyat.

Mendesak ketua partai politik mengganti kader DPR RI yang dianggap pongah dan hanya mementingkan kenaikan gaji.

Menolak kebijakan yang membebani rakyat kecil, termasuk kenaikan tarif K3, PPN 12%, PPh 21, serta pungutan pajak lain yang dinilai tidak adil.

Mendorong konsolidasi gerakan rakyat (buruh, tani, dan mahasiswa) dalam aksi massa yang terdidik dan terorganisir untuk mengawal demokrasi serta menolak oligarki politik.

Baca Juga :  Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran fokus pada kesejahteraan rakyat dengan mengevaluasi kabinet.

Kembali pada semangat Reformasi 1998 dengan menolak kembalinya Dwifungsi ABRI dan mendesak pengesahan UU Perampasan Aset untuk memberantas KKN.

“Indonesia tidak boleh dibiarkan jatuh lebih dalam ke dalam jurang empati. Pemerintah dan partai politik harus segera membuktikan keberpihakan pada rakyat, bukan pada kepentingan sempit kekuasaan,” tutup Adi Wibowo, Ketua Harian Jarnas.Indo. (*)

Penulis : Mskr

Editor : Red

Berita Terkait

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap
Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta
Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang
Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan
IWO Lampung Raih Penghargaan Anugerah Unila Be Strong 2026
SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir
Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru
Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 18:08 WIB

Sidang Gugatan Sengketa Tanah Waris Rejoso di PN Bangil Ditunda akibat Tergugat Mangkir dan Berkas Belum Lengkap

Kamis, 24 September 2026 - 10:53 WIB

Keterangan Kepsek vs Mandor Kontradiktif di Tengah Proyek Revitalisasi TK DWP 1 Mlandingan Rp557 Juta

Kamis, 24 September 2026 - 08:30 WIB

Korban Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis di Batang Melonjak Jadi 276 Orang

Rabu, 23 September 2026 - 22:07 WIB

Rakyat Menderita, Pemkot Buta Realita: Mahasiswa Segel Gedung DPRD Kota Pasuruan

Rabu, 23 September 2026 - 12:34 WIB

SITIREJO CUP V 2026: 48 Tim Voli Terbaik se-Jawa Timur Siap Guncang Lapangan Buwek Wagir

Selasa, 22 September 2026 - 15:12 WIB

Masa Jabatan Berakhir Juni 2027, DPMD Situbondo Minta Pemdes Siapkan Pengisian Anggota BPD Baru

Selasa, 22 September 2026 - 09:50 WIB

Tekan Inflasi, Pasar Murah Diskoperindag Situbondo di Desa Gunung Malang Diserbu Warga

Senin, 21 September 2026 - 23:33 WIB

Enceng Gondok Meluas di Sungai Kali Loji, Warga Krapyak dan Panjang Wetan Desak Pemkot Pekalongan Turun Tangan

Berita Terbaru