Tubaba, realitapublik.id – Pemerintah Tiyuh/Desa Panaragan Jaya Utama (PJU), Kecamatan Tulang Bawang Tengah, terus menggenjot penanganan sampah rumah tangga dengan mengoptimalkan pembentukan bank sampah.
Untuk penanganan sampah rumah tangga, Pemerintah Tiyuh PJU sudah membangun Depo Bank Sampah.
Di depo bank Sampah ini, sampah-sampah yang masih bisa dimanfaatkan akan didaur ulang, sehingga hanya residu atau sampah yang benar-benar tidak bermanfaat yang akan dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah dan jumlahnya menjadi sedikit.
Lalu pada nilai manfaat, dalam sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di tingkat desa/tiyuh ini masyarakat/warga menukarkan sampah bernilai ekonomi (plastik, kertas, logam, kaca) yang telah dipilah dengan poin atau uang tunai, layaknya sistem perbankan.
Awalnya, bank sampah di Tiyuh PJU mulai berjalan pada tahun 2016. Bank sampah ini terletak di Masjid Baitul Makmur sehingga kemudian dinamakan Bank Sampah Shodaqoh Baitul Makmur. Keuntungan dari Bank sampah ini diprioritaskan untuk keperluan masjid, seperti jumat berkah dan kegunaan masjid lainnya.
Kepala Tiyuh PJU, Supriyanto mengatakan, bank sampah Shodaqoh Baitul Makmur, gerakannya dinahkodai oleh Yulia Lestiana Ketua PKK Tiyuh Panaragan Jaya Utama bersama anggotanya. “Program bank sampah ini saya harap bisa menambah kepedulian warga akan kebersihan lingkungan,” kata Supriyanto kepala Tiyuh PJU usai kegiatan peninjauan bank sampah oleh Ketua TP PKK Tubaba, Novianti Novriwan, beserta rombongan, pada Jumat, 12 September 2025.
“Kepada masyarakat PJU dan pengurus bank sampah Shodaqoh Baitul Makmur, saya harap bisa lebih berkembang dan berjalan dengan baik,” ujar Supriyanto menambahkan. (*)
Penulis : Rody






