JAKARTA realitapublik.id – Jagat maya kembali dihebohkan oleh kritik pedas influencer Dj Donny terhadap performa PT PLN (Persero). Pemilik akun dengan 921 ribu pengikut ini menyoroti kontradiksi antara utang raksasa perusahaan setrum negara yang mencapai Rp711 triliun di tengah anjloknya laba bersih BUMN tersebut.
Dalam unggahannya yang viral, pria bernama asli Ramond Dony Adam ini menyentil posisi monopoli PLN yang dinilai gagal memberikan efisiensi bagi rakyat.
“Perusahaan yang memonopoli bisnis listrik, pelanggannya seluruh rakyat Indonesia, tapi utangnya justru bertambah dan keuntungan menurun. PLN ini selalu bikin malu rakyatnya. Telat bayar listrik diputus, token habis bunyi sampai malu sama tetangga, tapi perusahaan rugi terus. Mana Kejaksaan dan KPK?” tulis Dj Donny dalam unggahan yang meraup lebih dari 91 ribu suka dalam 12 jam.
Kritik Dj Donny mendapat dukungan dari Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) sekaligus Kornas Relawan Listrik Untuk Negeri (Re-LUN), Teuku Yudhistira. Ia menyoroti “bobroknya” kinerja manajemen di bawah komando Dirut Darmawan Prasodjo dan Direktur Legal & Human Capital (LHC) Yusuf Didi Setiarto.
Yudhistira menuding PLN sering memanipulasi narasi keuntungan dengan memasukkan subsidi pemerintah ke dalam kolom laba.
“Bagaimana konsepnya subsidi pemerintah dicatat sebagai keuntungan? Itu uang rakyat untuk diskon tarif, bukan murni pendapatan penjualan energi. Jangan membalut kebobrokan dengan pencitraan ‘lipstik’ di media sana-sini. Seharusnya PLN berani merilis laporan keuangan riil: berapa keuntungan sebenarnya tanpa subsidi?” cecar Yudhistira di Jakarta, Minggu (28/12/2025).
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan duet Darmo-Yidi, kondisi keuangan PLN justru semakin “boncos” atau merugi secara fundamental meskipun secara permukaan dipoles dengan narasi positif.
Isu pergantian direksi PLN semakin memanas menjelang Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pekan depan. Muncul rumor bahwa posisi Darmawan dan Yusuf Didi tidak akan tergoyahkan meski sudah menjabat selama lima tahun.
Yudhistira mengendus adanya lobi-lobi politik tingkat tinggi yang dilakukan manajemen PLN untuk mempertahankan jabatan. Ia menyebut latar belakang Darmo sebagai loyalis pemerintahan sebelumnya dan kader partai tertentu menjadi benteng pertahanan posisi tersebut.
“Kabarnya Darmo rajin melobi petinggi negara, termasuk lingkaran keluarga Presiden Prabowo, demi kursi PLN 1. Padahal, rekam jejaknya penuh catatan merah, termasuk tudingan ‘prank’ laporan pemulihan listrik pasca bencana di Aceh kepada Menteri ESDM,” ungkap Yudhistira.
Ia menegaskan, masa depan PLN kini berada di tangan Presiden.
“Dibutuhkan nyali besar dari Presiden Prabowo untuk mencopot ‘benalu’ di PLN demi menyelamatkan keuangan negara. Jangan biarkan BUMN strategis ini hancur demi kepentingan segelintir elite,” pungkasnya.
Penulis : Rody Sandra
Editor : Red







