PASURUAN realitapublik.id — Harapan baru menyelimuti para pedagang di Pasar Gondang Legi, Desa Cangkring Malang, Kecamatan Beji. Setelah lebih dari sepuluh tahun dibiarkan kumuh dengan kondisi atap hampir ambruk dan bangunan yang “remuk”, pasar legendaris yang berdiri sejak zaman Belanda ini akhirnya mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, didampingi jajaran OPD, Plt Kadisperindag, Camat, hingga Kepala Desa, meninjau langsung kondisi pasar seluas 1.545 m² tersebut pada Selasa (6/1/2026) siang.
Dalam audiensi di lokasi, puluhan pedagang yang mayoritas ibu-ibu lansia menyampaikan curahan hati mereka kepada Bupati. Ketua Paguyuban Pasar Gondang Legi, Dudung Cahyono, mengungkapkan bahwa pasar ini merupakan saksi sejarah lintasan Banyuwangi-Surabaya yang kini nasibnya memprihatinkan.
“Selama ini belum ada itikad nyata dari pemerintah untuk membangun. Kami sangat mengharapkan kebijakan Bapak Bupati. Jika hujan deras, pasar lumpuh karena banjir setinggi lutut, terpaksa kami berjualan di bahu jalan demi menyambung hidup,” ujar salah satu pedagang, Anton, menimpali keluhan warga lainnya.

Merespons tuntutan warga, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan bahwa revitalisasi eks-Pasar Gondang Legi akan menjadi prioritas yang dikaji secara mendalam. Langkah pertama yang diinstruksikan adalah pendataan pedagang secara transparan.
“Saya ingin data riil anggota paguyuban, jangan dimanipulasi. Saya mohon kesabaran bapak-ibu untuk bertahan maksimal satu hingga satu setengah tahun ke depan. Saat mendesain nanti, perwakilan pedagang akan kita ajak diskusi agar pasar ini kembali ramai dan menjadi ikon di Gondang Legi,” tegas Bupati Rusdi.
Bupati menjanjikan bahwa tim teknis akan segera melakukan kajian agar fungsi pasar sebagai pusat ekonomi kerakyatan dapat dihidupkan kembali dengan fasilitas yang lebih layak dan modern tanpa meninggalkan sisi tradisionalnya.

Aktivis pejuang masyarakat kecil, Ayi Suhaya, S.H., Wagub LIRA Jatim menyatakan optimismenya terhadap kepemimpinan Rusdi Sutejo. Ia mengimbau warga untuk memegang janji Bupati sembari menunggu proses administrasi anggaran.
“Kita perlu sabar menunggu proses di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 sekitar Agustus-September, atau paling lambat masuk di RAPBD awal 2027. Ini patut kita kawal bersama jajaran OPD dan Kepala Desa sampai terwujud pasar yang bermanfaat secara keseluruhan,” papar Ayi Suhaya.
Sambil menunggu realisasi pembangunan, Ayi mengimbau paguyuban pedagang diminta untuk tetap menjaga keamanan, kebersihan, dan ketertiban parkir agar tidak mengganggu lalu lintas di jalan raya strategis tersebut.
Penulis : Chu







