Sigap, Satgas Bencana Polres Lampung Utara Evakuasi Korban Banjir di Kotabumi

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 10:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Lampung Utara Realitapublik.id– Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Lampung Utara menyebabkan Sungai Way Abung dan Way Rarem meluap hingga merendam puluhan rumah warga di sejumlah titik di Kotabumi, Minggu (1/2/2026) sore.

 

Menyikapi kondisi tersebut, Satgas Bencana Polres Lampung Utara langsung diterjunkan untuk melakukan patroli, pemantauan, serta evakuasi warga terdampak banjir. Kegiatan dimulai sekitar pukul 18.30 WIB hingga situasi dinyatakan aman dan terkendali.

 

Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan melalui Kabag Ops Kompol Firmasyah, mengatakan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk respons cepat Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana alam.

Baca Juga :  PORPROV Jateng 2026: Tim Karate Pekalongan Targetkan Borong Medali

 

“Begitu menerima laporan adanya banjir akibat luapan sungai, kami langsung mengerahkan Satgas Bencana untuk turun ke lokasi. Prioritas kami adalah keselamatan warga serta membantu evakuasi dan pengamanan barang-barang milik masyarakat,” ujarnya.

 

Berdasarkan data sementara, banjir merendam sedikitnya 44 rumah warga di Rawa Karya, Kelurahan Kota Alam, Kecamatan Kotabumi Selatan, dengan ketinggian air mencapai sekitar 160 sentimeter. Selain itu, genangan juga terjadi di Gang Singgah Mata Tanah Miring, Tanah Miring Gang Bahagia, serta wilayah Kalipasir, Kelurahan Kotabumi Udik, dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 50 sentimeter.

Baca Juga :  Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

 

Kapolres menambahkan, personel di lapangan tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga membantu warga mengevakuasi barang-barang dari rumah yang terendam banjir serta memastikan tidak ada korban jiwa.

 

“Kami bekerja sama dengan aparat TNI, kelurahan, BPBD, dan untuk melakukan pengecekan rumah warga dan memantau perkembangan debit air. Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” tambahnya.

Baca Juga :  Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

 

Kabag Ops juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di wilayah Lampung Utara.

 

“Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, agar selalu waspada dan segera melapor kepada petugas jika terjadi peningkatan debit air,” pungkasnya.

 

Hingga Minggu malam, situasi di lokasi terdampak banjir terpantau air masih tergenang, dan personel Polres Lampung Utara masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan. (*)

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya
Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan
Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN
Label Infus Muat Nama Pasien Lain, Keluarga Soroti Prosedur Keselamatan di RSUD Kraton
Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP
PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Cederai Moralitas Pendidikan, AMCD Kecam Keras Kasus Asusila di MTsN Kota Pasuruan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:41 WIB

Bupati Situbondo Masuk 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif 2026 Versi FJN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:27 WIB

Skandal Video Asusila di MTsN Kota Pasuruan Berujung Pengeroyokan, Pelaku Dikeluarkan dan Larangan Bawa HP

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:44 WIB

PERNYATAAN SIKAP KOMNAS PERLINDUNGAN ANAK Atas Kasus Anak Down Syndrome Meninggal Dunia Diduga Akibat Bullying di Surabaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Skandal KUR Fiktif BRI Kepanjen Tembus Rp 2,7 Miliar: Kejari Malang Tetapkan 6 Tersangka, Libatkan Mantri Hingga Perangkat Desa

Berita Terbaru