Tiga Pekan Terendam Banjir Setinggi Dada, Ratusan Warga Tirto Geruduk Jalur Pantura Pekalongan

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga Pekan Terendam Banjir Setinggi Dada, Ratusan Warga Tirto Geruduk Jalur Pantura Pekalongan. (Photo: Feri Eka S/realitapublik.id) 

Tiga Pekan Terendam Banjir Setinggi Dada, Ratusan Warga Tirto Geruduk Jalur Pantura Pekalongan. (Photo: Feri Eka S/realitapublik.id) 

PEKALONGAN, Realitapublik.id — Jeritan hati ratusan warga di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, akhirnya pecah menjadi aksi masa. Hampir satu bulan terendam banjir tanpa kepastian, warga dari tiga desa terdampak parah, Desa Mulyorejo, Karangjompo, dan Tegaldowo, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Jalur Pantura Pekalongan, Senin (09/02/2026).

 

Estimasi sekitar 600 orang melakukan longmarch dari Jembatan Sabar Menanti menuju jalur Pantura hingga memadati Kantor Kecamatan Tirto. Mereka membawa baliho berisi tuntutan keras agar pemerintah daerah melakukan penanganan banjir secara maksimal, bukan sekadar seremonial.

 

Banjir yang menggenangi wilayah tersebut dilaporkan mencapai ketinggian satu meter di akses jalan utama, sementara di dalam rumah warga, air merendam hingga setinggi paha orang dewasa.

Baca Juga :  Gempur Rokok Ilegal: Wali Kota Semarang Musnahkan 7,3 Juta Batang Rokok, Selamatkan Negara Rp 7,6 Miliar

 

“Banjir sudah hampir tiga minggu tapi penanganannya belum maksimal. Kami warga buruh pabrik tidak bisa berangkat kerja karena akses jalan terputus. Mau keluar rumah saja sulit, aktivitas ekonomi kami lumpuh total,” keluh Rina, salah satu peserta aksi dengan nada kecewa.

 

Audiensi yang digelar di aula Kantor Kecamatan Tirto sempat memanas. Perwakilan warga menyatakan mosi tidak percaya setelah mengetahui fakta bahwa status Tanggap Darurat sebenarnya telah diberlakukan sejak 27 Januari lalu, namun warga merasa tidak ada dampak nyata di lapangan.

Baca Juga :  Prof. Warsito di Stadium General Unila: Mahasiswa Harus Jadi Solusi, Bukan Sekadar Pengkritik

 

“Aneh sekali, kami warga terdampak malah tidak tahu soal status tanggap darurat itu. Jika memang sudah berlaku, kenapa penanganan di lapangan masih sangat lambat dan tidak efektif?” tegas Arif, koordinator aksi.

 

Setelah melalui perdebatan alot, Asisten Perekonomian Setda Kabupaten Pekalongan, Anis Rosidi, bersama Kepala BPBD dan Dinas PU, akhirnya menyepakati delapan tuntutan warga yang akan segera ditindaklanjuti:

 

Perbaikan tanggul yang bocor/jebol.

Penambahan dua unit pompa mobile.

Jaminan ketersediaan solar untuk operasional pompa 24 jam.

Pembangunan rumah pompa permanen di Karangjompo.

Perbaikan pintu air di Desa Mulyorejo.

Baca Juga :  Polres Trenggalek Amankan Bandar Arisan Bodong,Tersangka Ditangkap di Timor Leste

Normalisasi drainase di sepanjang Jalan Sepacar.

Perbaikan akses jalan Mulyorejo–Tegaldowo.

Optimalisasi penyedotan air di pemukiman.

 

Anis Rosidi mengakui adanya miskomunikasi terkait sosialisasi status darurat. “Kami memahami psikologis warga. Bayangkan tiga minggu terendam, ekonomi dan pendidikan pasti terganggu. Pemerintah tidak tinggal diam, semua tuntutan telah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

 

Warga menegaskan akan terus mengawal janji pemerintah tersebut. Mereka berharap pertemuan ini bukan sekadar meredam aksi, melainkan menjadi titik balik pulihnya kehidupan di Kecamatan Tirto agar bisa kembali normal.

 

 

 

Penulis: Feri Eka S.

Berita Terkait

Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal
Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan
Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar
Gempur Rokok Ilegal: Wali Kota Semarang Musnahkan 7,3 Juta Batang Rokok, Selamatkan Negara Rp 7,6 Miliar
Tinjau Lahan Hibah, Bupati Tubaba Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Bersama Unila
Wakil Bupati Tubaba Hadiri Peresmian Kantor ASSA Tour, Dorong Penguatan Layanan Ibadah Umrah dan Haji
Wakil Bupati Lampung Utara Sambangi Keluarga Korban Kebakaran
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 19:01 WIB

Ujung Tombak di Keluarga: Wali Kota Aaf Dorong Kader PKK Pekalongan Jadi Garda Terdepan Gempur Rokok Ilegal

Kamis, 16 April 2026 - 18:55 WIB

Lagi dan lagi Sat Narkoba Polres Lampung Utara Ungkap Kasus Narkotika, Dua Pelaku Diamankan

Kamis, 16 April 2026 - 16:12 WIB

Dugaan Oplosan LPG Berbuntut Panjang: Tak Terima Digerebek, Wahyu Laporkan Balik

Kamis, 16 April 2026 - 14:53 WIB

Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Phishing Lintas Negara, Raup Keuntungan Hingga Rp25 Miliar

Kamis, 16 April 2026 - 04:05 WIB

Tinjau Lahan Hibah, Bupati Tubaba Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat Bersama Unila

Kamis, 16 April 2026 - 04:03 WIB

Wakil Bupati Tubaba Hadiri Peresmian Kantor ASSA Tour, Dorong Penguatan Layanan Ibadah Umrah dan Haji

Kamis, 16 April 2026 - 04:00 WIB

Wakil Bupati Lampung Utara Sambangi Keluarga Korban Kebakaran

Kamis, 16 April 2026 - 03:57 WIB

Bank Syariah Kotabumi Jadi BUMD Terbaik di Lampung, Bupati Lampung Utara Raih Penghargaan TOP Pembina

Berita Terbaru