PEKALONGAN, Realitapublik.id — Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 H, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pejuang 24 menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial di Kota Pekalongan. Organisasi ini menggelar aksi maraton mulai dari pembagian ribuan paket takjil hingga santunan kepada kelompok masyarakat rentan, Minggu (15/03/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran pengurus untuk mempererat silaturahmi sekaligus meringankan beban sesama di bulan yang penuh berkah.
Aksi sosial dimulai di kawasan ikonik Monumen Juang 45 Kota Pekalongan. Dalam kegiatan ini, para anggota LSM Pejuang 24 membagikan sedikitnya 2.024 paket takjil kepada para pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Angka tersebut dipilih secara simbolis sebagai representasi identitas dan semangat juang organisasi.

Masyarakat dan pengendara menyambut antusias kehadiran para aktivis yang turun langsung ke jalan untuk memastikan warga yang masih diperjalanan dapat berbuka puasa tepat waktu.
Agenda kemudian berlanjut ke Cafe Alam Teduh, Soko Duwet, yang terletak strategis di samping Exit Tol Kota Pekalongan. Di lokasi yang asri ini, suasana berubah menjadi haru dan khidmat saat acara santunan kepada anak yatim piatu dan lansia dimulai.
Sebanyak 224 anggota LSM Pejuang 24 turut hadir mendampingi para penerima manfaat. Santunan diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum LSM Pejuang 24, Teguh Hadi Santoso (yang akrab disapa Silfa Hadi).
“Kegiatan ini adalah wujud pengabdian dan kepedulian organisasi kepada masyarakat. Kami ingin hadir di tengah mereka, berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Semoga menjadi manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” ujar Silfa Hadi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Pembina LSM Pejuang 24, Adv. Ahmad Yusuf, S.H.I., M.H. Dalam kesempatan singkatnya, ia memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi organisasi dalam menjalankan fungsi sosialnya.
“Ini langkah yang sangat positif. Kegiatan ini membuktikan bahwa organisasi bukan hanya soal advokasi, tapi juga tentang menumbuhkan empati dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, mencerminkan sisi humanis dari para pejuang advokasi di Kota Pekalongan.
Penulis : Wildan







