PASURUAN, Realitapublik.id — Momentum Ramadan 1447 H menjadi ruang diskusi strategis bagi masa depan pendidikan di Kota Pasuruan. Media SuaraRakyat62.com menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang mempertemukan unsur legislatif, insan pers, dan NGO Pasuruan Raya di Cafe Belik, Selasa (17/03/2026).
Acara yang dihadiri oleh direksi media Walikota, Muklas dan Wakil Walikota, Bukhin, ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum bedah isu krusial terkait nasib ribuan anak di Kota Pasuruan yang kehilangan akses pendidikan.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat namun substantif, Ketua Aliansi Jurnalis Pasuruan, H. Sugeng Samiaji, memaparkan data mengejutkan mengenai 1.793 anak di Kota Pasuruan yang tidak bersekolah maupun putus sekolah. Ia menegaskan bahwa isu ini merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.
“Ini adalah persoalan mendasar yang tidak bisa ditunda. Dibutuhkan langkah konkret dan sinergi lintas sektor agar anak-anak tersebut bisa kembali mengakses pendidikan,” tegas Sugeng.
Menanggapi isu tersebut, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan sekaligus anggota DPRD, Mahfud Husairi, ST, menyatakan komitmen penuh fraksinya untuk mengawal persoalan ini. Kehadirannya bersama jajaran pengurus partai, seperti Sekretaris Tatit Panji dan Wakil Ketua Subara Cahyo, menunjukkan keseriusan partai dalam merespons dinamika sosial.
“Kami memandang isu ini sebagai prioritas. Fraksi PDI Perjuangan akan mendorong kebijakan yang lebih responsif serta memastikan adanya langkah nyata dari pemerintah daerah, baik dari sisi penganggaran maupun pengawasan, untuk menuntaskan persoalan ini,” ujar Mahfud Husairi.
Direksi SuaraRakyat62.com, Bung Jibon, menekankan bahwa media memiliki tanggung jawab moral sebagai penghubung kebijakan. Menurutnya, forum ini bertujuan menyatukan perspektif agar setiap persoalan masyarakat mendapatkan solusi yang layak.
Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama dan pembagian bingkisan sembako sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci. Kolaborasi antara legislatif, media, dan NGO ini diharapkan menjadi kunci dalam mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih inklusif dan berkeadilan melalui penanganan sektor pendidikan yang efektif.
Penulis : Saichu







