Semarang,realitapublik.id – Bagi warga masyarakat Jawa Tengah khususnya yang tinggal didaerah sekitar pesisir pantai Utara Jawa Tengah ( Pantura ) diharap waspada terhadap Ancaman banjir pesisir (rob) .
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir (rob) yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Pantura Jawa Tengah pada Kamis, (26/3/2026)
Diprediksi ketinggian air mencapai puncaknya pada saat sore hingga malam hari .ketinggian air laut diperkirakan bisa tembus mencapai 1 meter
Peringatan dini dipengaruhi oleh fenomena perigee yang terjadi pada 22 Maret 2026, yang meningkatkan ketinggian muka air laut sampe ketitik maksimum. Berdasarkan pemantauan data water level dan prakiraan pasang surut, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan rob di wilayah pesisir pantai utara ( Pantura)Jawa Tengah.
Berikut wilayah yang terdampak banjir rob air laut meliputi:
1. pesisir Brebes,
2. Tegal,
3. Pemalang,
4. hingga Semarang.
Menurut BMKG waktu paling rawan terjadi rob berada pada pukul 14.00 hingga 19.00 WIB.sedangkan puncak pasang diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00–18.00 WIB.
Menurut data pasang surut, menunjukkan ketinggian air laut di wilayah Semarang dapat mencapai sekitar 1,0 meter pada pukul 15.00–17.00 WIB, atau jauh di atas rata-rata muka laut (mean sea level) sekitar 0,6 meter.
Berdasarkankan keterangan tersebut Kondisi ini tergolong cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan di kawasan wilayah pesisir, terutama di daerah dengan elevasi yang rendah dan sistem drainase yang kurang maksimal .
Tentunya akibat rob air laut dampaknya akan menggangu berbagai aktivitas sehari hari warga masyarakat. Terutama di kawasan pelabuhan dan pesisir seperti Aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan petani tambak garam, Mina tani ,perikanan darat, hingga mobilitas warga di permukiman pesisir .mengingat ketinggian rob air laut mencapai hingga 1 meter tentunya juga bisa menyebabkan sejumlah kendaraan transportasi manjadi mogok akibat terendam banjir rob air laut .
Himbauan dari BMKG kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan rob air laut. Warga masyarakat yang bermukim di wilayah kawasan pesisir agar mengamankan barang-barang berharga agar terhindar dari rob air laut seperti barang elektronik tv,kulkas , laptop HP handenfon ,dan lainya .Hindari konsleting arus listrik ,dan insiden tersengat listrik akibat terkena air .
Hindari segala aktivitas pada area yang tergenang rob air laut perhatikan kondisi lingkungan sekitar.
Warga masyarakat juga diharapkan terus mengikuti informasi cuaca maritim terbaru sebelum beraktivitas dari BMKG guna mengantisipasi terjadinya bencana hidrometeorologi yang datang seperti salah’ satunya banjir rob air laut.
pemerintah daerah setempat juga diminta melakukanlangkah antisipasi misal memastikan kesiapan pompa air , sistem drainase, menyiagakan petugas pada daerah rawan banjir rob air laut .
Pemerintah daerah juga diharapkan aktiv bersosialisasi kepada masyarakat yang bermukim diwilayah pesisir. Antisipasi lain yang perlu dilakukan adalah penguatan tanggul laut jangan sampe terjadi jebol . selanjutnya menormalisasi saluran air, serta penyediaan posko siaga bencana di wilayah terdampak tentunya .
Diharapkan pemerintah dan warga masyarakat bersinergi dalam menghadapi bencana banjir rob air laut Tersebut guna tercipta antisipasi dan penanganan yang terukur sehingga dapat meminimalisir kerugian secara material ,dan tidak ada korban korban jiwa.
Penulis : Fery Eka spt






