TULANG BAWANG BARAT, Realitapublik.id — Aksi nyata ditunjukkan oleh masyarakat perbatasan Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) dan Tulang Bawang Barat (Tubaba). Lantaran kondisi jalan poros yang rusak parah dan kerap memakan korban, warga dari dua kabupaten tersebut turun ke jalan melakukan perbaikan secara swadaya dan gotong royong, Minggu (29/03/2026).
Kegiatan ini dipicu oleh rasa prihatin atas kondisi aspal yang kini berganti lubang dalam, yang sangat membahayakan keselamatan pengendara, terutama anak sekolah dan warga yang melintas saat hujan.
Kepala Desa Kagungan Rahayu, Marsito, tampak turun langsung mendampingi warganya beserta jajaran aparatur desa (RK dan RT). Ia mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme warga yang rela menyisihkan waktu, tenaga, hingga materi demi akses jalan yang lebih layak.
“Alhamdulillah, ini murni kegiatan swadaya masyarakat. Warga sangat antusias; ada yang meminjamkan alat berat, memberikan dana untuk membeli BBM, hingga menyediakan makanan dan minuman untuk mereka yang bekerja di lapangan,” ungkap Marsito di sela-sela kegiatan penimbunan jalan.
Kondisi jalan yang menghubungkan dua kabupaten ini disebut sudah pada tahap mengkhawatirkan. Menurut penuturan warga, sudah tidak terhitung jumlah pengendara motor yang jatuh terpeleset akibat lubang yang tergenang air.
Salah satu warga, Wendy, mengeluhkan lambannya respons pemerintah terhadap jalur vital ini. “Lihat saja mas, lubangnya dalam-dalam. Sudah banyak yang jatuh, apalagi anak-anak sekolah kalau habis hujan jalanan tertutup genangan air, jadi tidak kelihatan lubangnya,” keluhnya.
Meski telah diperbaiki secara darurat oleh warga, Marsito dan masyarakat setempat berharap Pemerintah Provinsi Lampung maupun Pemerintah Kabupaten tidak tutup mata. Penanganan swadaya ini hanya bersifat sementara dan tidak akan bertahan lama tanpa pengaspalan permanen.
“Kami sangat berharap pemerintah segera melakukan perbaikan total. Jalan ini akses sangat penting. Tolonglah segera diperbaiki, jangan dari tahun ke tahun kondisinya dibiarkan begini saja,” tegas Marsito. (*)
Penulis : Rody Sandra







