Sasar 4 Poin SDGs, Dosen Manajemen UPN Veteran Jatim Dampingi Petani Jeruk Gadingkulom Dorong Kualitas Panen

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

MALANG (Realitapublik.id) – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim dosen dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar aksi pengabdian masyarakat di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Selasa (21/4/2026).

 

Kegiatan ini berfokus pada pemberian penyuluhan dan pendampingan strategis bagi kelompok tani jeruk setempat guna mendongkrak nilai ekonomi hasil panen. Hadir sebagai motor penggerak kegiatan, Ardyan Wicaksana, S.T., M.M., bersama rekan sejawatnya, memberikan edukasi mendalam mengenai manajemen usaha tani yang modern dan terencana.

 

Desa Gadingkulon selama ini memang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil buah jeruk andalan di wilayah Kecamatan Dau. Namun, potensi agraria yang besar ini dinilai memerlukan sentuhan manajemen pasca-panen yang tepat agar profit yang dihasilkan para petani bisa lebih maksimal.

Baca Juga :  Diduga Tabrak Aturan RTRW, Proyek Koperasi Desa Merah Putih Hadapi Masalah Serius

 

Dalam sesi penyuluhan tersebut, Ardyan Wicaksana menekankan bahwa kunci keberhasilan dunia pertanian modern saat ini tidak lagi hanya bergantung pada faktor alam seperti cuaca dan luasan lahan semata.

 

“Produktivitas yang tinggi berakar dari kemampuan para petani dalam mengelola proses produksi secara terperinci dan terukur. Penyuluhan ini hadir untuk membekali petani dengan pengetahuan manajemen modern agar mereka lebih siap menghadapi tantangan pasar yang kian dinamis,” ujar Ardyan di hadapan kelompok tani.

 

Melalui pendampingan ini, para petani lokal didorong untuk lebih efisien dalam penggunaan sumber daya serta wajib menjaga standar kualitas hasil panen (quality control) agar memiliki daya saing kuat dan nilai jual yang tinggi di tingkat tengkulak maupun pasar modern.

Baca Juga :  Polres Tulang Bawang Barat Gelar Anev Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

 

Langkah kolaboratif antara pihak kampus dan petani Dau ini ternyata mengusung misi besar yang berorientasi pada tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Setidaknya ada empat poin utama dalam target SDGs yang disasar lewat program pengabdian ini:

– SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Mendukung ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas serta kualitas pertanian lokal.

– SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Mengangkat taraf hidup, kesejahteraan, dan pendapatan riil masyarakat desa.

Baca Juga :  Hadapi Krisis Iklim, PT PMC Gelar Aksi Tanam 5.000 Pohon di Tamansari

– SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab): Mendorong pengelolaan kebun jeruk yang efisien, minim limbah, dan berkelanjutan.

– SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Memperkuat sinergi nyata yang saling menguntungkan antara kaum akademisi (kampus) dan masyarakat dalam membangun desa.

 

Melalui inisiatif strategis ini, tim dosen Manajemen FEB UPN “Veteran” Jawa Timur berharap kelompok tani di Desa Gadingkulon dapat tumbuh menjadi komunitas yang lebih mandiri, adaptif, dan produktif.

 

Harapan besarnya, komoditas jeruk yang berkualitas tinggi tidak hanya menjadi kebanggaan lokal Desa Gadingkulon, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Kabupaten Malang. (*)

Penulis : Fe

Sumber Berita : Ardyan Wicaksana, S.T M.M

Berita Terkait

MoU Polri-Dewan Pers: Antara Sengketa Berita dan Pidana
Jaga Kebersihan Lingkungan, Warga dan Pemerintah Kecamatan Tulang Bawang Tengah Gelar Kerja Bakti Bersama
Wujudkan Lingkungan Asri, Mahasiswa KKN UM Metro dan Warga Marga Kencana Gelar Kerja Bakti
Kelangkaan BBM Lumpuhkan Pelayanan SPBU di Sumut, Pertamina Diminta Bertanggung Jawab
Berdiri di Lahan LSD, Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih  Terancam Tak Bisa Beroperasi
Imbas Debu Proyek di Sekitar RSUD Tulang Bawang Barat, Keluarga Pasien Tuntut Solusi
Dugaan Korupsi Pengerukan Kolam Pelindo Regional 3: Modus Mark-Up HPS Rp200 Miliar Terbongkar di Persidangan
Bidik Atlet Berbakat, Disdikbud Tubaba Matangkan Kelas Khusus Olahraga
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:06 WIB

MoU Polri-Dewan Pers: Antara Sengketa Berita dan Pidana

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:03 WIB

Jaga Kebersihan Lingkungan, Warga dan Pemerintah Kecamatan Tulang Bawang Tengah Gelar Kerja Bakti Bersama

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:52 WIB

Wujudkan Lingkungan Asri, Mahasiswa KKN UM Metro dan Warga Marga Kencana Gelar Kerja Bakti

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:47 WIB

Berdiri di Lahan LSD, Sejumlah Koperasi Desa Merah Putih  Terancam Tak Bisa Beroperasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:37 WIB

Imbas Debu Proyek di Sekitar RSUD Tulang Bawang Barat, Keluarga Pasien Tuntut Solusi

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:20 WIB

Dugaan Korupsi Pengerukan Kolam Pelindo Regional 3: Modus Mark-Up HPS Rp200 Miliar Terbongkar di Persidangan

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:52 WIB

Bidik Atlet Berbakat, Disdikbud Tubaba Matangkan Kelas Khusus Olahraga

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:22 WIB

Peringkat Atas Tak Lolos, Hasil Seleksi Atlet Catur PPLPD Kabupaten PALI Menuai Polemik 

Berita Terbaru

Oplus_16908288

Berita

MoU Polri-Dewan Pers: Antara Sengketa Berita dan Pidana

Jumat, 10 Jul 2026 - 22:06 WIB