PEKALONGAN (Realitapublik.id) — Eskalasi kekecewaan ratusan nasabah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Mitra Umat Pekalongan akhirnya memuncak. Lantaran tidak ada kepastian hukum dan kejelasan nasib uang tabungan mereka, ratusan orang nasabah nekat menggeruduk rumah Ketua BMT Mitra Umat yang berlokasi di Krapyak Lor Gang 3B, Pekalongan Utara, Minggu (24/5/2026) petang.
Kedatangan massa yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu dan pedagang kecil ini merupakan bentuk protes keras tak tertahankan. Dana simpanan milik kolektif nasabah yang diperkirakan menembus angka puluhan miliar rupiah hingga kini masih tertahan dan statusnya tidak jelas.
Para nasabah yang mendatangi lokasi berasal dari berbagai wilayah pelosok Pekalongan. Mereka mengaku sudah lelah karena dipaksa menunggu selama kurang lebih tiga tahun terakhir tanpa ada kepastian pencairan sepeser pun dari pihak manajemen koperasi syariah tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa menuntut pengurus inti BMT Mitra Umat segera memberikan solusi nyata, konkret, dan menunjukkan transparansi terkait skema pengembalian uang. Jeritan histeris dari para nasabah mewarnai jalannya aksi, mengingat banyak di antara mereka yang kini jatuh miskin dan mengalami kesulitan ekonomi akut akibat modal hidupnya mandek di dalam kas BMT.
Salah seorang nasabah yang hadir di lokasi, Iin, menyatakan dirinya hanya menginginkan kejujuran dan kepastian hakiki dari ketua pengurus BMT. Di tengah impitan badai ekonomi saat ini, ia sangat berharap uangnya bisa segera dicairkan untuk menyambung hidup keluarga.
“Kami hanya ingin kejelasan secara jujur dari pengurus. Uang yang ada di dalam itu adalah hasil perasan keringat kami bertahun-tahun. Ada yang sengaja ditabung untuk biaya sekolah anak, modal usaha, sampai persiapan kebutuhan pokok keluarga,” keluh Iin dengan mata berkaca-kaca di hadapan awak media.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana sempat memanas dan diwarnai ketegangan ketika massa mendesak agar Ketua BMT keluar dari dalam rumah untuk menemui masyarakat secara langsung. Kendati dipenuhi letupan emosi warga yang telantar, jalannya aksi secara umum tetap berlangsung kondusif berkat pengawalan ketat dari tokoh masyarakat dan aparat terkait di lokasi.
Melihat kondisi yang berlarut-larut tanpa adanya iktikad baik yang klir dari pengurus, para nasabah mendesak Pemerintah Kota Pekalongan, Dinas Koperasi dan UMKM, serta aparat penegak hukum (Polres Pekalongan Kota) untuk segera turun tangan melakukan intervensi serta melakukan audit investigatif terhadap manajemen BMT Mitra Umat.
Masyarakat meminta negara hadir melindungi hak ekonomi rakyat kecil agar kasus ini tidak menguap begitu saja menjadi kasus penipuan massal yang tak terselesaikan.
Hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi, belum ada keterangan resmi ataupun klarifikasi dari pihak pengurus inti BMT Mitra Umat Pekalongan terkait tuntutan ganti rugi yang disuarakan oleh ratusan nasabah tersebut. Rumah yang bersangkutan tampak tertutup rapat saat dihampiri oleh massa. (*)
Penulis : Fery Eka spt






