Masa Depan dan Pemimpin Baru PTN di Lampung: Menguji Integritas, Prestasi, dan Jejaring Global

- Jurnalis

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

Lampung realitapublik.id – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Provinsi Lampung tengah berada di persimpangan generasi. Dinamika rotasi kepemimpinan di beberapa kampus, seperti UIN Raden Intan Lampung dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA), kini mulai bergeser ke episentrum utamanya: Universitas Lampung (Unila), kampus tertua dan terbesar yang menjadi rahim bagi lahirnya para birokrat, akademisi, hingga tokoh nasional di Bumi Ruwa Jurai.

 

Suksesi kepemimpinan universitas tidak boleh lagi dipandang sekadar agenda rutin birokrasi lima tahunan. Mengutip berbagai studi dalam Studies in Higher Education dan Higher Education Quarterly, kualitas kepemimpinan adalah determinan utama dalam transformasi budaya akademik, reputasi riset, hingga tingkat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi.

Baca Juga :  Memperingati Haul ke-45 KH. Abdul Hamid: Mengenal Sosok Ulama Besar Asal Pasuruan

 

Di era disrupsi digital, kecerdasan buatan (AI), dan kompetisi global yang kian sengit, PTN di Lampung tidak lagi cukup dikelola oleh administrator meja, melainkan membutuhkan arsitek masa depan yang adaptif.

 

1. Integritas sebagai Fondasi Utama (Good University Governance)

Tragedi etik yang sempat mencoreng dunia pendidikan tinggi nasional, mulai dari penyalahgunaan wewenang hingga komersialisasi kursi mahasiswa baru, menjadi alarm keras. Publik Lampung tentu belum lupa bagaimana krisis integritas di level elit mampu meruntuhkan marwah institusi dalam semalam.

 

Simbol Moral: Pemimpin kampus adalah kompas etik. Tanpa integritas, kualitas akademik setinggi apa pun akan kehilangan legitimasi di mata publik.

Baca Juga :  Pendampingan Hukum Kasus Perlindungan Anak di Pekalongan, LSM Pejuang 24 Koordinasi dengan Polres Pekalongan

Falsafah Nemui Nyimah: Pemimpin ideal harus menginternalisasi nilai lokal ini—tampil terbuka, jujur, tulus, dan hadir melayani, bukan mengisolasi diri di balik barikade birokrasi.

 

2. Institutional Maturity dan Wibawa Akademik

Mengelola universitas besar membutuhkan kematangan institusional (institutional maturity). Pengalaman memimpin yang berjenjang, dari ketua program studi, jurusan, dekanat, hingga level nasional, menjadi indikator bahwa sang calon memahami anatomi kampus secara komprehensif.

 

Marwah Ilmu Pengetahuan: Pemimpin PTN wajib memiliki otoritas intelektual tertinggi (Guru Besar/Profesor) dengan rekam jejak riset dan publikasi yang diakui. Riset internasional menunjukkan bahwa universitas yang dipimpin oleh figur dengan reputasi akademik kuat cenderung memiliki kultur ilmiah yang lebih sehat dan produktivitas riset yang lebih masif.

Baca Juga :  Memperingati Haul ke-45 KH. Abdul Hamid: Mengenal Sosok Ulama Besar Asal Pasuruan

 

Masyarakat kini semakin rasional. Legitimasi seorang pemimpin tidak lagi dinilai dari popularitas atau jargon politik kampus, melainkan dari jejak karya (track record): raihan akreditasi, ekspansi program studi, dan tata kelola yang pernah ia wariskan pada jabatan sebelumnya.

 

3. Arsitektur Jejaring Nasional dan Global

Universitas modern bukan lagi “menara gading” yang berdiri terasing, melainkan simpul pengetahuan (knowledge hub) yang harus terkoneksi dengan dunia luar. Cetak biru masa depan yang dirilis UNESCO dan OECD menegaskan bahwa jejaring kolaboratif adalah kunci daya saing. (*)

 

Oleh: Aprohan Saputra, M.Pd. (Alumni Universitas Lampung)

Penulis : Rody Sandra

Berita Terkait

Pendampingan Hukum Kasus Perlindungan Anak di Pekalongan, LSM Pejuang 24 Koordinasi dengan Polres Pekalongan
Memperingati Haul ke-45 KH. Abdul Hamid: Mengenal Sosok Ulama Besar Asal Pasuruan
Rupiah Menguat Signifikan, Tekan Dolar AS hingga Level Rp17.879
Mengapa Hisab Pemimpin Begitu Lama dan Orang Miskin Terlebih Dahulu Masuk Surga?
Krisis Moral di Kursi Rakyat: Skandal Oknum DPRD Coreng Marwah Institusi
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Pendampingan Hukum Kasus Perlindungan Anak di Pekalongan, LSM Pejuang 24 Koordinasi dengan Polres Pekalongan

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:14 WIB

Memperingati Haul ke-45 KH. Abdul Hamid: Mengenal Sosok Ulama Besar Asal Pasuruan

Senin, 29 Juni 2026 - 13:02 WIB

Rupiah Menguat Signifikan, Tekan Dolar AS hingga Level Rp17.879

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:59 WIB

Mengapa Hisab Pemimpin Begitu Lama dan Orang Miskin Terlebih Dahulu Masuk Surga?

Rabu, 27 Mei 2026 - 12:14 WIB

Masa Depan dan Pemimpin Baru PTN di Lampung: Menguji Integritas, Prestasi, dan Jejaring Global

Selasa, 21 April 2026 - 17:07 WIB

Krisis Moral di Kursi Rakyat: Skandal Oknum DPRD Coreng Marwah Institusi

Berita Terbaru