MALANG, realitapublik.id — Suasana sakral dan sarat nuansa budaya Jawa adiluhung menyelimuti Pendopo Agung Kabupaten Malang pada Sabtu (01/08/2026). Di bangunan bersejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Malang Raya tersebut, Paguyuban Kawula Kraton Surakarta (PAKASA) Malang Raya secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2026–2031.
Rangkaian acara pengukuhan yang dipadukan dengan prosesi kekancingan (penganugerahan gelar kebangsawanan) ini menjadi momentum strategis dalam merawat, melestarikan, serta menghidupkan kembali akar budaya Nusantara, khususnya tradisi Keraton Surakarta Hadiningrat, di tengah pesatnya arus modernisasi di Bumi Arema.

Prosesi diawali dengan penyambutan hangat nan penuh penghormatan kepada jajaran pengurus pusat (PAKASA Punjer) Keraton Surakarta Hadiningrat. Alunan gending Jawa serta gerak gemulai Tari Sekar Kadipaten khas Malang menyapa para tamu undangan, memadukan keanggunan tradisi Surakarta dengan karakter kebudayaan Malang yang lugas dan hangat.
Usai penayangan video profil perjalanan organisasi, suasana pendopo berlangsung khidmat saat seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan Mars PAKASA. Perpaduan ini menegaskan komitmen PAKASA dalam mengawal warisan tradisi luhur bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Momentum haru menyelimuti ruangan saat Ketua PAKASA Malang Raya periode 2020–2025, KRA. M. Nuh Pradotonegoro, menyampaikan pidato purnatugasnya. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah bahu-membahu menjaga eksistensi organisasi selama lima tahun terakhir.
“PAKASA Malang Raya bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan benteng pelestarian budaya. Saya meyakini, di bawah kepemimpinan baru, organisasi ini akan semakin solid, berkembang, dan mampu melangkah lebih jauh dalam menjalin sinergi bersama pemerintah, para budayawan, hingga generasi muda,” ujar KRA. M. Nuh Pradotonegoro.
Puncak prosesi ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus PAKASA Malang Raya Periode 2026–2031, pengucapan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, serta penyerahan pataka organisasi. Penyerahan pataka dari pengurus lama kepada KRA. Dwi Indrotito Cahyono Pradoto Adiningrat, S.H., M.M. (Kanjeng Tito) menandai secara resmi dimulainya kepemimpinan baru.
Mengemban amanah sebagai Ketua PAKASA Malang Raya Periode 2026–2031, Kanjeng Tito menegaskan kesiapan PAKASA untuk bertransformasi menjadi wadah kebudayaan yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dalam pidato perdana kepemimpinannya, Kanjeng Tito menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar warisan leluhur tidak hanya sekadar menjadi kenangan sejarah, melainkan pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“PAKASA adalah rumah besar bagi seluruh kawula Keraton Surakarta dan para pecinta budaya Jawa. Kami berkomitmen memperkuat upaya pelestarian budaya, pendidikan karakter berbasis tata krama (unggah-ungguh), serta membangun kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat agar warisan leluhur tetap lestari serta berdaya guna,” tegas Kanjeng Tito.
Sebanyak 20 tokoh budaya, akademisi, dan penggerak masyarakat menerima kekancingan (penganugerahan gelar kehormatan) dari Keraton Surakarta Hadiningrat atas kontribusi dan dedikasi mereka dalam melestarikan kebudayaan Nusantara:
KRA. Dwi Indrotito Cahyono Pradoto Adiningrat, S.H., M.M. – Ketua PAKASA Malang Raya (2026–2031)
KRA. M. Nuh Pradotonegoro – Ketua Demisioner (2020–2025)
Dr. Ir. Aladin Eko Purkuncoro, S.T., M.T., IPM., Asean.Eng – Ganjaran Bupati Sepuh Anom
Nyi Mas Temenggung Hj. Idhiningrum Budayaningrum, S.Sos – Ganjaran Bupati Sepuh Anom Anon-Anon
Mustofa, S.H. – Ganjaran Bupati Anom
Dewi Nuriani Sutanto, S.Si. – Ganjaran Bupati Anom
Tiwi Dwi Astutik – Ganjaran Bupati Anom
Ach. Hasan Bisri – Ganjaran Bupati Anom
Mas Ngabehi Iravan Sukma Adiprajo, S.H. – Ganjaran Bupati Anom
Herdia Kumalawati, S.H. – Ganjaran Bupati Anom
Slamet Riyanto, S.Pd. – Ganjaran Bupati Anom
Mas Ngabehi Endy Setyabudi – Ganjaran Bupati Anom
Nanang Winarno – Ganjaran Bupati Anom
Nyi Behi Mujiati Purwaningtyas – Ganjaran Bupati Anom Anon-Anon
Yanto – Ganjaran Panewu Anom
Rio Dadang Setyawan – Ganjaran Panewu Anom
Ninik Purwati – Ganjaran Panewu Anom
Nasya Zahira Putri Elya – Ganjaran Panewu Anom
Sugiati – Ganjaran Panewu Anom
Ni Wayan Mudiasni – Ganjaran Panewu Anom
Perwakilan PAKASA Punjer dalam amanatnya mengingatkan pentingnya menjaga keluhuran budi pekerti, unggah-ungguh, dan semangat persaudaraan di tengah derasnya arus globalisasi. PAKASA diharapkan mampu menjadi penyaring pengaruh budaya luar sekaligus benteng karakter bangsa.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kejayaan bangsa, dilanjutkan sesi foto bersama dan ramah tamah yang berlangsung dalam suasana hangat kekeluargaan. Dengan pengukuhan ini, PAKASA Malang Raya memantapkan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah daerah di wilayah Malang Raya dalam menjaga kelestarian budaya adiluhung Nusantara.
Penulis : Bil






