Presiden Prabowo Subianto Ambil 5 Langkah Taktis Tangani Karhutla di Kalimantan

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

i

Oplus_16908288

JAKARTA, realitapublik.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengambil langkah sigap dengan menetapkan lima kebijakan taktis guna menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan. Penanganan darurat ini dipimpin langsung oleh Presiden setibanya di Pangkalan TNI AU Supadio, Sabtu (22/8/2026).

 

Mengutip unggahan resmi Sekretariat Kabinet di Instagram, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan berdampak langsung di lapangan.

 

“Presiden juga menekankan agar pemerintah daerah tegas dalam menerapkan aturan di wilayahnya, sekaligus memperkuat langkah-langkah pencegahan agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang,” tulis Sekretariat Kabinet.

Baca Juga :  Ditemukan Telantar di Terminal, Kapolres Pekalongan Kota Siap Jadi Ibu Asuh Bayi "Arya Junior"

 

Guna memastikan penanganan berjalan efektif, pemerintah pusat bersama instansi terkait langsung menjalankan lima langkah taktis berikut:

 

Mobilisasi 1.500 Personel Tambahan TNI: Pemerintah mempertebal pasukan pemadam dengan mendatangkan tiga batalyon TNI (sekitar 1.500 personel) dari luar Pulau Kalimantan. Pengiriman personel dikebut sejak Sabtu hingga Minggu (23/8/2026) pagi untuk segera bergabung dengan tim lapangan.

Optimalisasi Operasi Darat: Pengerahan aparat darat dimaksimalkan untuk melakukan pemadaman manual di titik-titik api yang sulit dijangkau. Sinergi lintas instansi ini menjadi garda terdepan dalam memitigasi perluasan area kebakaran.

Penebalan Armada Water Bombing: Guna mempercepat pemadaman udara, pemerintah menambah 6 unit helikopter berkapasitas besar untuk water bombing. Armada tambahan ini dijadwalkan tiba pada Sabtu sore untuk memadamkan titik api berskala besar.

Baca Juga :  Klarifikasi Kepala SMPN 11 Pekalongan: Insiden Antarsiswa Murni Perkelahian, Kini Berakhir Damai

Perbanyak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): Presiden memutuskan memperbanyak Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan memanfaatkan potensi awan hujan yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat. Hujan buatan ini diharapkan dapat memadamkan area lahan yang luas secara alami.

Penguatan Infrastruktur Lahan Gambut: Khusus pada area lahan gambut yang rawan menyimpan bara di bawah permukaan, pemerintah memperbanyak bantuan alat pompanisasi dan sumur bor air. Langkah ini krusial untuk membasahi area underground dan meredam titik panas bawah tanah agar tidak memicu kebakaran baru.

Baca Juga :  Amukan Jago Merah di Kapongan Situbondo: 3 Rumah Hangus, Kerugian Capai Rp120 Juta

 

Usai memimpin rapat koordinasi, Presiden Prabowo langsung bertolak ke Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Kunjungan lapangan tersebut dilakukan untuk meninjau secara langsung kondisi lahan gambut yang masih dalam proses pemadaman.

 

Langkah sigap dan kerja nyata pemerintah pusat dalam memimpin penanggulangan karhutla yang berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah patut mendapat apresiasi. Langkah ini diharapkan diikuti dengan peningkatan antisipasi dan pencegahan dini di masa mendatang demi meminimalisir kerugian negara akibat bencana karhutla. (*)

Penulis : Fery Eka spt

Berita Terkait

Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya
Pria Lampung Utara Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Jejak Cairan Diduga Racun Tanaman
Dampingi Warga Terdampak Banjir Rob, Pejuang 24 Dorong Pemkab Pekalongan Prioritaskan Tiga Infrastruktur Utama
Klarifikasi Kepala SMPN 11 Pekalongan: Insiden Antarsiswa Murni Perkelahian, Kini Berakhir Damai
Diduga Buntut Pelayanan Buruk, Insiden Kericuhan Mewarnai Mal Pelayanan Publik Kota Pasuruan
Kecelakaan Maut di Jalan Raya Pemuda Batang: Pengendara Honda Supra Meninggal Dunia Usai Tabrakan dengan Truk Isuzu
Viral Bocah 4 Tahun Meninggal Diduga Lambat Penanganan, Pelayanan RS Handayani Disorot Publik
Macan Kumbang Masuk Permukiman Warga di Bawang Batang, Tim Gabungan Berhasil Evakuasi
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Presiden Prabowo Subianto Ambil 5 Langkah Taktis Tangani Karhutla di Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Polres Lampung Utara Evakuasi Jenazah dan Olah TKP Penemuan Mayat di Sungkai Jaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 18:57 WIB

Pria Lampung Utara Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Jejak Cairan Diduga Racun Tanaman

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:28 WIB

Dampingi Warga Terdampak Banjir Rob, Pejuang 24 Dorong Pemkab Pekalongan Prioritaskan Tiga Infrastruktur Utama

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Klarifikasi Kepala SMPN 11 Pekalongan: Insiden Antarsiswa Murni Perkelahian, Kini Berakhir Damai

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Diduga Buntut Pelayanan Buruk, Insiden Kericuhan Mewarnai Mal Pelayanan Publik Kota Pasuruan

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Kecelakaan Maut di Jalan Raya Pemuda Batang: Pengendara Honda Supra Meninggal Dunia Usai Tabrakan dengan Truk Isuzu

Minggu, 16 Agustus 2026 - 08:39 WIB

Viral Bocah 4 Tahun Meninggal Diduga Lambat Penanganan, Pelayanan RS Handayani Disorot Publik

Berita Terbaru