Situbondo, realitapublik.id – Tebing di bawah sisi bahu jalan penghubung antara Desa Patemon – Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mengalami longsor di sejumlah titik.
Tidak hanya tebingnya, bangunan tembok penahan tanah (TPT) yang berada di sisi bahu jalan tersebut ikut amblas dan jatuh ke dasar jurang.
Camat Jatibanteng, Fadnur Rahman, S.Sos mengatakan peristiwa longsornya sisi bahu jalan itu terjadi pada Selasa (21/01/2025) dini hari saat hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.
“Kejadiannya sekira pukul 04.30 WIB,” ungkap Fadnur saat meninjau lokasi longsor bersama Danramil dan Kapolsek Jatibanteng dengan didampingi Kades Patemon, Fadli.
Kata Fadnur, selain di sisi bahu jalan ini, ada sisi bahu jalan lain di Desa Patemon ini yang mengalami longsor.
“Jadi saat ini longsor di Desa Patemon terjadi di dua titik,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi terjadi longsor susulan, pihak Polsek Jatibanteng memasang police line di sisi bahu jalan yang mengalami longsor.
“Kami himbau kepada masyarakat dan pengendara agar ekstra hati-hati saat melintas di jalan ini,” kata Kapolsek Jatibanteng, Iptu Agus Nurahmadi.
Sementara itu, Fadli Kades Petemon mengatakan, gerusan erosi tersebut terjadi di dua lokasi pada rentang jarak puluhan meter dari titik kedua yang mengalami longsor.
Dia berharap kepada Pemkab Situbondo melalui instansi terkait, dapat segera membantu untuk mengamankan melalui pembuatan siring pondasi guna mencegah risiko ambrolnya badan aspal.
“Karena jalan aspal hotmix ini baru selesai dibangun dan masih dalam tahap pemeliharaan, kami minta kepada CV yang melaksanakan proyek jalan aspal hotmix dapat segera memperbaiki aspal yang rusak dibeberapa titik berikut TPT yang juga ikut longsor itu,” pungkasnya.
Untuk diketahui, pihak BPBD bersama Tagana Dinas Sosial Kabupaten Situbondo telah turun ke lokasi longsor di Desa Patemon, Kecamatan Jatibanteng.(*)
Penulis : Abdul Hakim






