Berkas Kasus Selotambak Tak Kunjung Masuk Kejaksaan, Ada Apa dengan Inspektorat? 

- Jurnalis

Rabu, 28 Mei 2025 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yudha Wijaya Pratama, Divisi Intel/KPK TIPIKOR

i

Yudha Wijaya Pratama, Divisi Intel/KPK TIPIKOR

PASURUAN, REALITAPUBLIK.ID – Berkas pelaporan dari KPK TIPIKOR yang telah dilimpahkan ke Inspektorat belum juga dilimpahkan ke Kejaksaan Kabupaten Pasuruan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang proses penanganan kasus dan kemungkinan adanya hambatan dalam proses hukum.

Setelah Inspektorat Daerah melakukan klarifikasi dengan pihak-pihak terkait serta pengecekan fisik di lapangan dengan hasilnya. Surat dengan Nomor: 02/ST/DPP/KPKTIPIKOR/V/2024 tanggal 13 Mei 2024 perihal atas pengaduan adanya kejanggalan atas Pengelolaan Keuangan Dana Desa Tahun 2020 s/d 2024 pada Desa Selotambak Kecamatan Kraton.

Yudha Wijaya Pratama, selaku Divisi Intel/KPK TIPIKOR telah menerima surat panggilan untuk klarifikasi terkait pelaporan di Desa Selotambak, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Ia kemudian menemui Agung dari Inspektorat untuk membahas lebih lanjut tentang kasus tersebut.

Baca Juga :  Waspada Erupsi Merapi: Ini Daftar Kecamatan dan Desa di Jateng-DIY yang Masuk Zona Bahaya Sektoral

Menurut Yudha, pada saat pertemuan di ruangan dengan 4 orang termasuk Agung dari Inspektorat, telah dinyatakan bahwa berkas pelaporan akan segera diserahkan kepada Kejaksaan pada hari itu juga. Namun, hingga saat ini, berkas tersebut belum juga dilimpahkan, menimbulkan pertanyaan tentang penyebab keterlambatan tersebut.

“Agung mengatakan hari ini juga akan dikirim berkasnya ke Kejaksaan Kabupaten Pasuruan, tapi sampai saat ini hingga sebulan lamanya berkas tersebut masih belum nyampai ke Kejaksaan. Ada apa dengan Inspektorat?,” ujarnya kepada media. Rabu (28/5/2025)

Diwaktu yang berbeda, Yudha juga menghubungi Kasi Intel Kejaksaan untuk menanyakan apakah berkas tersebut telah diserahkan oleh Inspeksi, dan jawabannya adalah belum ada berkas yang masuk ke Kejaksaan dari Inspektorat. Ini menimbulkan perbedaan antara pernyataan yang diberikan oleh pihak Inspektorat sebelumnya dan realita yang ada di Kejaksaan.

Baca Juga :  Tiga Momentum dalam Satu Acara: Desa Curahsuri Bakal Gelar Pengajian Umum Akbar Besok Malam

“Dari sini saya menilai inspektorat tidak becus dalam penanganan kasus di Kabupaten Pasuruan. Pasti ada apa-apa di balik ini semua,” tegas Yudha.

Yudha akan terus melakukan pemantauan terhadap penyelidikan Inspektorat terkait kasus Desa Selotambak. Ia menilai kinerja Inspektorat tidak profesional karena hanya menjawab 6 dari 12 item yang diajukan, menimbulkan pertanyaan tentang kualitas dan ketuntasan penyelidikan.

“Benar-benar kinerja tidak becus, ada 12 item yang di ajukan terkait laporan Desa Selotambak, Tapi cuman 6 item yang dijawab inspektorat dari hasil klarifikasi di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT Ke-62 Golkar, DPD II Tubaba Menyatu dengan Warga Lewat Kegiatan Sosial

Ia merasa janggal dan kurang puas dengan jawaban Inspektorat, dan khawatir bahwa kinerja Inspektorat tidak serius dan ada potensi penyalahgunaan uang negara dalam kerja sama dengan kepala desa di Kabupaten Pasuruan. Yakni, kekhawatiran tentang adanya praktik korupsi dan permainan politik di balik proses penyelidikan.

“Saya merasa janggal dan kurang puas jawaban inspektorat ke saya, kalau begini kerjanya. Uang Negara bisa dibuat bancakan antar Inspektorat dan Kades-kades di Kabupaten Pasuruan. Saya sangat paham permainan ini,” tandasnya.

Pihak terkait diharapkan dapat mempercepat proses penanganan kasus ini untuk memastikan keadilan dan transparansi.(*)

Penulis : Saichu

Editor : Abdul Hakim

Berita Terkait

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang
Jaga Nama Baik HSB Palembang, Ketum Tegaskan Satu Komando
H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba
Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik
Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia
Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim
Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?
Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang
Berita ini 184 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Dongkrak Target PAD Kabupaten Pasuruan, Aliansi PORTE Mendukung Penuh Upaya BAPENDA Menertibkan Pajak Tambang

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:06 WIB

H. Putra Jaya Umar, S.T. Hadiri Syukuran Ulang Tahun Putri Korlip Realitapublik.id Tubaba

Minggu, 25 Oktober 2026 - 20:11 WIB

Menghadapi Musim Hujan: Mengelola Trauma Banjir Lewat Kesiapsiagaan Mental dan Fisik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Kodam XVIII/Kasuari Berduka, Prajurit Brigif 26/GP Pratu Andi Syarif Bugis Meninggal Dunia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:30 WIB

Dugaan Pungli Berkedok Komite, MTsN Kota Pasuruan Bakal Dilaporkan MASAKO ke Kanwil Kemenag Jatim

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Papan Rekening Komite MTsN Pasuruan Ditutupi, Sinyal Kelola Dana Tak Sehat?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Dituding Ada Pungli Komite, Papan Rekening di Resepsionis MTsN Kota Pasuruan Mendadak Diamankan Saat Wartawan Datang

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:35 WIB

Dampak Karhutla Sumsel: Udara PALI dan Palembang Masih Berbahaya

Berita Terbaru