Berkat Anjing Unit K-9 Polda Jatim Indentitas Korban Mutilasi Pacet Terungkap

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOJOKERTO realitapublik.id – Anjing pelacak dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim berperan besar mengungkap identitas korban mutilasi di Pacet, Mojokerto.

 

Anjing jenis Labrador ini lah yang pertama kali menemukan potongan telapak tangan kanan korban.

 

Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto melalui Kasi Humas Polres Mojokerto Iptu Suyanto menuturkan, potongan jasad korban mutilasi ini tersebar di semak-semak Dusun Pacet Selatan, Desa/Kecamatan Pacet.

 

“Area sebarannya cukup luas dengan radius sekitar 200 meter,” ujar Iptu Suyanto,Minggu(7/9/25).

 

Pihaknya pun mengerahkan semua tenaga dari Satreskrim Polres Mojokerto Polda Jatim dibantu para relawan.

 

Hasilnya, ditemukan 64 potongan jasad manusia, termasuk potongan telapak kaki kiri.

 

“Kondisi TKP sangat terjal. Setelah itu, kami terjunkan K9 anjing pelacakan umum jenis Labrador dari Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Jatim,” terang Iptu Suyanto.

Baca Juga :  HUT ke-17 Tubaba: Paripurna Istimewa DPRD Jadi Momentum Perkuat Sinergi "Bertumbuh, Berdaya, Bersama"

 

Ia mengatakan, pada Sabtu (6/9), anjing pelacakan umum jenis Labrador ini berhasil menemukan potongan telapak tangan kanan korban.

 

Padahal, titik penemuan tersebut sebelumnya sudah disisir oleh Polisi bersama para relawan.

 

“Telapak tangan ini lah yang menjadi kunci pengungkapan identitas korban,”kata Iptu Suyanto.

 

Potongan telapak tangan ini langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diidentifikasi.

 

Menurut Iptu Suyanto, ibu jari dan jari tengah pada telapak tangan ini sudah rusak karena banyak sayatan.

 

Sehingga pihaknya sempat kesulitan meminda sidik jari menggunakan Mambis.

 

Berkat ketelitian dan ketekunan Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto, sidik jari pada telapak tangan kanan ini bisa dipindai.

 

Begitu muncul identitas yang akurat, pihaknya menerjunkan tim ke keluarga korban untuk melakukan pengecekan.

Baca Juga :  Jalan Bergelombang Picu Kecelakaan Satu Keluarga di Kedungwuni, Seorang Anak Tak Sadarkan Diri

 

“Menjelang magrib kami dapat petunjuk identitas korban. Kami profiling korban, kami langsung datangi keluarganya. Sekitar jam 19.00 WIB dapat identitas korban,” jelasnya.

 

Korban mutilasi ini adalah TAS (25), perempuan lajang asal Jalan Made Kidul nomor 22, Desa Made, Kecamatan/Kabupaten Lamongan. Gadis kelahiran Pacitan ini lulusan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Bangkalan jurusan Manajemen.

 

Namun, sehari-hari korban hidup bersama pacarnya. Mereka kos di Lakarsantri, Surabaya.

 

Korban dan kekasihnya sekitar 5 tahun menjalin hubungan asmara.

 

“Informasi dari keluarga korban tidak terlalu banyak karena korban dan keluarganya jarang berkomunikasi. Kami kantongi identitas pacar korban, nanti kami dalami,”pungkas Iptu Suyanto.

 

Sebelumnya, hasil penyisiran Polisi di semak-semak Dusun Pacet Selatan menemukan 65 potongan jasad manusia.

 

63 potongan berupa jaringan otot, lemak, kulit kepala, serta rambut. Ukuran rata-rata potongan tubuh manusia ini 17×17 cm. Panjang rambut rata-rata 14 cm.

Baca Juga :  Laboratorium Arsitektur Dunia: Mahasiswa TU Delft Belanda Bedah Konsep "Tubaba Masa Depan"

 

Sedangkan 2 potongan lainnya berupa telapak kaki kiri dan pergelangan tangan kanan.

 

Ukuran telapak kaki kiri 21 cm x 9 cm, pergelangan tangan kanan berukuran 16 cm x 10 cm.

 

Sehingga total 65 potongan jasad manusia yang sejauh ini berhasil ditemukan Polisi.

 

Ceceran tubuh manusia ini pertama kali ditemukan warga di semak-semak Dusun Pacet Selatan pada Sabtu (6/9) sekitar pukul 10.30 WIB, saat mencari rumput.

 

Ia menemukan potongan telapak kaki kiri. Selanjutnya, Polisi dibantu para relawan dan anjing pelacak menyisir semak-semak sekitar penemuan telapak kaki kiri.

 

Lokasi tepatnya di sisi kiri jalur Pacet-Cangar sekitar 1 Km di atas tikungan Gotekan.

Penulis : Tim

Editor : Red

Berita Terkait

Proyek Air Bersih Tahun 2025 di Desa Purbasakti Jadi “Monumen Mati” 
Polres Pasuruan Bongkar Tambang Andesit Ilegal di Purwosari: 5 Tersangka Diamankan, Omzet Tembus Rp 648 Juta
Belum Merata, Program Makan Bergizi Gratis di Jatibanteng Baru Jangkau ± 60 Persen Siswa
Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara
Resmi Dilantik, Suwardi Siap Bawa PDBI Lampung Utara Menuju Puncak Prestasi
Polres PALI Gelar Upacara Pemakaman Kedinasan untuk AIPDA Ali Sadikin
Miliki Sabu, Pria Asal Lampung Selatan Diciduk Polres Tulang Bawang Barat
Perkuat Standar Keamanan Pangan, SPPG MBG Makarti 2 Tubaba Gelar Pelatihan Gizi Intensif
Berita ini 56 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 21:57 WIB

Proyek Air Bersih Tahun 2025 di Desa Purbasakti Jadi “Monumen Mati” 

Jumat, 24 April 2026 - 17:48 WIB

Polres Pasuruan Bongkar Tambang Andesit Ilegal di Purwosari: 5 Tersangka Diamankan, Omzet Tembus Rp 648 Juta

Jumat, 24 April 2026 - 12:32 WIB

Belum Merata, Program Makan Bergizi Gratis di Jatibanteng Baru Jangkau ± 60 Persen Siswa

Jumat, 24 April 2026 - 09:55 WIB

Puncak HUT ke-479 Kota Semarang: Semarang Night Carnival 2026 Hadirkan Delegasi 15 Negara

Jumat, 24 April 2026 - 09:20 WIB

Resmi Dilantik, Suwardi Siap Bawa PDBI Lampung Utara Menuju Puncak Prestasi

Kamis, 23 April 2026 - 21:11 WIB

Miliki Sabu, Pria Asal Lampung Selatan Diciduk Polres Tulang Bawang Barat

Kamis, 23 April 2026 - 18:51 WIB

Perkuat Standar Keamanan Pangan, SPPG MBG Makarti 2 Tubaba Gelar Pelatihan Gizi Intensif

Kamis, 23 April 2026 - 18:45 WIB

Polres Lampung Utara Ungkap 4 Kasus Kejahatan dalam Sepekan, Pelaku Curanmor Bersenpi Viral Berhasil Ditangkap

Berita Terbaru